Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi| Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Harga komoditas kakao kering ditingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh dilaporkan cenderung stabil, Minggu (26/7/2026).
Saat ini, harga kakao kering berada di kisaran Rp 75.000 hingga Rp 90.000 per kilogram, tergantung pada kualitas biji yang dihasilkan.
Seorang pedagang pengumpul (tauke) kakao di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Aceh Tenggara, Manto menyampaikan bahwa harga patokan sangat ditentukan oleh tingkat kekeringan dan ukuran biji kakao.
“Untuk kualitas sedang dihargai Rp 75.000 per kilogram, kualitas baik Rp 80.000 per kilogram, sedangkan untuk kualitas super bisa mencapai Rp 90.000 per kilogram,” ujar Manto kepada TribunGayo.com.
Manto menambahkan, kakao dari hasil tanaman sambung pucuk atau stek umumnya memiliki nilai jual lebih tinggi.
Harganya bisa berselisih hingga Rp 5.000 per kilogram dibandingkan kakao biasa karena ukuran bijinya yang lebih besar dan berbobot.
Di sisi lain, Manto mengungkapkan bahwa pasokan kakao di tingkat petani saat ini mulai menipis seiring berkurangnya produksi buah di kebun.
Meski stok terbatas, tingkat permintaan pasar justru terus meningkat.
Dikatakan, biji kakao yang dikumpulkannya dari petani dipasarkan ke Medan, Sumatera Utara mencapai 2 hingga 3 ton.
“Saat ini pencarian stok memang agak sulit karena buah berkurang. Biasanya pasokan baru melimpah saat memasuki musim panen raya pada bulan Oktober mendatang,” tutupnya. (*)
Baca juga: Saiful Bahri jadi Kasi Pidsus Kejari Aceh Tenggara, GeRAK Minta Tuntaskan Kasus Korupsi Dana Desa
Baca juga: Waspadai Hujan Sedang Lebat Disertai Angin Kencang di Aceh Tenggara dan Bireuen
Baca juga: Pertamina Dukung SE Bupati Aceh Tenggara untuk Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran