Sebelum Tewas Diborgol, Satpam di Jatiluhur Bahas Laporan Polisi, Kini Pelaku Vandalisme Diamankan
Listusista Anggeng Rasmi July 27, 2026 09:09 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nasib pelaku vandalisme yang sebelumnya ditegur oleh seorang satpam di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, kini mulai terungkap di tengah penyelidikan kasus kematian Sumarna (40).

Satpam tersebut ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terborgol di belakang tubuhnya pada Jumat (24/7/2026).

Jasad Sumarna ditemukan masih mengenakan seragam satpam yang menjadi pakaian kerjanya sehari-hari saat menjaga kawasan waduk.

Dugaan sementara yang beredar menyebut tindakan Sumarna menegur pelaku vandalisme diduga berkaitan dengan peristiwa tragis yang menimpanya.

Seorang warga bernama Warta mengatakan bahwa kejadian ketika Sumarna menegur orang yang melakukan aksi corat-coret terjadi sehari sebelum jasad korban ditemukan.

"Kabarnya dia melarang orang yang mau corat-coret. Memang itu tugas dia menjaga area waduk. Aksi corat-coret terjadi malam Rabu, lalu selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi," katanya.

Di tengah penyelidikan kasus tersebut, beredar pula sebuah status WhatsApp yang diduga dibuat Sumarna sebelum dirinya ditemukan meninggal dunia.

Status tersebut berupa video yang memperlihatkan kondisi permukaan aspal di kawasan Waduk Jatiluhur yang dipenuhi berbagai coretan vandalisme.

Dalam rekaman itu terlihat sejumlah tulisan seperti 'RPM' dan 'Pungli', hingga gambar yang dinilai tidak pantas karena menyerupai alat kelamin pria.

Baca juga: Kasus Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta, HP Korban dan CCTV Jadi Bukti Penting

SATPAM TEWAS : Terungkap status WA terakhir satpam bernama Sumarna sebelum ditemukan tewas dengan kondisi tangan diborgol di Waduk Jatiluhur, Jumat (24/7/2026).
SATPAM TEWAS : Terungkap status WA terakhir satpam bernama Sumarna sebelum ditemukan tewas dengan kondisi tangan diborgol di Waduk Jatiluhur, Jumat (24/7/2026). ((Ist)/kolase Instagram)

Pria yang terdengar berbicara dalam video tersebut tampak kecewa dan tidak terima melihat fasilitas umum yang telah disediakan justru dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Udah dikasih fasilitas, yang nongkrong gratis. Masih aja ngerusak fasilitas umum. Ini masa coret-coret di sini. Saya enggak mau tahu, pokoknya harus dibereskan lagi," katanya dalam video.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap tegas Sumarna dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan sekaligus merawat fasilitas di kawasan Waduk Jatiluhur dari tindakan vandalisme.

Kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan Sumarna tewas serta memastikan apakah aksi vandalisme dan teguran terhadap pelaku memiliki kaitan langsung dengan kasus kematiannya.

Lapor Polisi

Ia mengaku sudah melaporkan aksi vandalisme itu ke kepolisian.

"Laporan udah tembus ke polisi, karena emang ada hukum pidananya," katanya.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan bahwa status WhatsApp tersebut bukan milik Sumarna.

"Itu bukan status korban melainkan milik rekannya," katanya.

SATPAM TEWAS: Terungkap status WA terakhir satpam bernama Sumarna sebelum ditemukan tewas dengan kondisi tangan diborgol di Waduk Jatiluhur, Jumat (24/7/2026).
SATPAM TEWAS: Terungkap status WA terakhir satpam bernama Sumarna sebelum ditemukan tewas dengan kondisi tangan diborgol di Waduk Jatiluhur, Jumat (24/7/2026). ((Ist)/kolase Instagram)

Baca juga: Nasib 3 Anggota Polda Jabar usai Viral Intimidasi Satpam Bundaran HI, Kini Terancam Sanksi

Ia mengatakan memang benar terjadi sekelompok orang yang mencorat-coret fasilitas di sana.

"Benar adanya tindakan mural atau corat-coret. Itu masih kami dalami dari beberapa keterangan saksi," katanya.

Selain itu polisi juga sudah mengamankan sejumlah orang yang ditegur Sumarna.

"Kami juga sudah mengamankan beberapa orang untuk diperiksa untuk pendalaman lebih lanjut terkait hal tersebut," katanya.

Kini polisi sudah melakukan visum terhadap jasad satpam yang tewas terborgol di Waduk Jatiluhur.

"Untuk hasil kesimpulan sementara sebelum meninggal dalam air, sebelumnya ada kejadian di seputaran TKP dimana korban lebih dulu meninggal di darat," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan rupanya Sumarna diborgol menggunakan milik sendiri.

"Untuk borgol, benar bahwa korban ditemukan dalam keadaan tenggelam posisi ditemukan pada saat kami menggali informasi bahwa korban dalam keadaan terborgol. Borgol sendiri diduga dari milik korban," katanya.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor/ Sanjaya Ardhi)


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.