TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Inilah jadwal Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Senin (27/7/2026).
Munafri Arifuddin dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda pemerintahan.
Kegiatan berfokus penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta koordinasi program strategis daerah.
Apel Pagi
Pukul 07.30 Wita, Apel Pagi Lingkup Pemerintah Kota Makassar di halaman Kantor Wali Kota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Ujung Pandang.
Munafri jadi pembina.
Apel pagi diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkot Makassar.
Apel pagi menjadi agenda rutin pemerintah kota sebagai sarana memperkuat disiplin, meningkatkan semangat kerja.
Sekaligus menyampaikan arahan langsung kepada seluruh perangkat daerah. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyelaraskan target dan program kerja masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Buka Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Sulsel 2026.
Usai apel, Munafri dijadwalkan menghadiri sekaligus membuka kegiatan Verifikasi Lapangan Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi atau Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Kegiatan di Aula Poltekkes Kemenkes Makassar.
Pembukaan kegiatan ini menjadi bagian dari proses penilaian pemerintah provinsi terhadap kelurahan yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, tata kelola pemerintahan yang baik, serta pelayanan publik yang berkualitas.
Sejumlah kepala perangkat daerah, camat, dan lurah turut dijadwalkan hadir mendampingi Wali Kota.
Lomba kelurahan tidak hanya menilai aspek administrasi pemerintahan, tetapi juga melihat keberhasilan pemberdayaan masyarakat, ketahanan sosial, hingga inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Verifikasi lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh indikator penilaian sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly bersama sejumlah pejabat Pemkot telah turun memastikan kesiapan penilaian, Jumat (24/7/2026).
Sekda Zulkifly berkeliling menyusuri sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari indikator penilaian.
Mulai dari kawasan urban farming, rumah sehat, bank sampah, pelaku UMKM, hingga keberadaan Koperasi Merah Putih.
Di setiap titik, Andi Zulkifly berdialog dengan pengurus dan masyarakat.
Ia memastikan seluruh program pemberdayaan yang selama ini dijalankan benar-benar aktif, bukan sekadar dipersiapkan untuk menghadapi penilaian.
Menurut Andi Zulkifly, seluruh elemen masyarakat telah dilibatkan dalam menyambut penilaian yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.
Mulai dari RT/RW, organisasi kepemudaan, pengurus koperasi, hingga kelompok masyarakat.
"Tema lomba kali ini mencakup ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi melalui UMKM," kata Zulkifly.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Setda Kota Makassar Andi Anshar menjelaskan, penilaian lomba kelurahan mencakup tiga bidang utama.
Ketiga bidang tersebut meliputi pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan yang masing-masing memiliki sejumlah instrumen penilaian.
"Bidang pemerintahan memiliki 40 poin, bidang kewilayahan 30 poin, dan bidang kemasyarakatan 28 poin. Instrumennya cukup banyak," ujar Anshar, Jumat )24/7/2026)
Sebagai contoh instrumen fisik yang dinilai, tim provinsi akan memeriksa ketersediaan Kantor Lurah, Baruga, Sekretariat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga Sekretariat PKK.
"Alhamdulillah, seluruh fasilitas dasar yang menjadi instrumen penilaian itu sudah tersedia," katanya.
Pemkot Makassar telah memiliki pengalaman panjang mengikuti lomba kelurahan setiap tahun.
Pada 2023, Makassar berhasil meraih juara dua tingkat nasional.
Kemudian pada 2024, Makassar berhasil menjadi juara satu tingkat nasional.
Sementara pada 2025, capaian Kota Makassar berhenti sebagai juara pertama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
"Insyaallah mudah-mudahan tahun ini kita bisa kembali sampai menjadi juara satu tingkat nasional. Hari ini kami mempersiapkan diri menerima tim penilai dari tingkat provinsi," katanya.
Penerimaan Tim Evaluator UNESCO diwakili Pejabat Pemkot
Pukul 10.30 Wita, agenda Wali Kota menghadiri penerimaan Tim Evaluator UNESCO dalam rangka revalidasi Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark di VIP Room Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.
Namun agenda tersebut dijadwalkan diwakili oleh pejabat Pemerintah Kota Makassar.
Rapat Koordinasi
Rangkaian agenda Wali Kota kemudian berlanjut pada pukul 13.00 Wita dengan rapat koordinasi terkait penyaluran bantuan sosial di Ruang Wali Kota Lt 2, Kantor Wali Kota Makassar.
Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial beserta jajaran terkait.
Pembahasan difokuskan pada evaluasi mekanisme penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan data penerima manfaat.
Pemerintah Kota Makassar juga berupaya memastikan bantuan dapat disalurkan secara efektif kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (*)