Deddy Corbuzier Cari Anak Korban Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Diamuk Massa di Bali: Saya Urus
Shinta Dwi Anggraini July 27, 2026 09:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM — Gelombang simpati dan keprihatinan publik terus mengalir pasca-insiden tragis yang menimpa KD, warga asal Desa Sidetapa, Buleleng, yang tewas dikeroyok massa akibat dituduh mencuri ayam aduan di Baturiti, Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Selain penyanyi Aldi Taher yang menangis terisak mengecam aksi main hakim sendiri tersebut, perhatian kini juga datang dari presenter dan YouTuber papan atas, Deddy Corbuzier.

Melalui unggahan di Instagram Story miliknya (@mastercorbuzier), Deddy mengunggah ulang postingan konten kreator @Salim_dower terkait insiden tersebut yang menampilkan momen memilukan anak perempuan korban tengah menangis histeris meratapi kepergian ayahnya.

Dalam unggahan itu, Deddy menuliskan pesan tegas dalam bahasa Inggris yang menegaskan niatnya untuk membantu anak korban tanpa menjadikannya sebagai konsumsi publik.

"BRING THAT KID HERE! No camera, No content!, ILL FIX THIS"
("Bawa anak itu ke sini! Tanpa kamera, Tanpa konten!, Saya yang akan mengurus ini").

Baca juga: Sosok KD, Pelaku Pencurian Ayam Dikeroyok Massa Hingga Tewas di Tabanan Bali, Tinggalkan 3 Anak

Langkah tegas Deddy tersebut mengisyaratkan komitmennya untuk memberikan bantuan nyata bagi pendidikan atau masa depan anak almarhum secara privat, tanpa perlu dipublikasikan demi kebutuhan konten semata.

Tinggalkan 3 Anak 

Pria berinisial KD, warga asal Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, tewas mengenaskan setelah diamuk massa akibat diduga hendak mencuri ayam aduan.

Ia tewas dihakimi massa setelah kepergok hendak mencuri ayam aduan milik I Wayan Adi Suteja (31) di Desa Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Tak hanya itu, massa yang  emosi juga membakar sepeda motor yang diduga digunakan pelaku saat beraksi. 

Di balik aksi dugaan pencurian yang dilakukannya, KD merupakan seorang kepala keluarga yang kini meninggalkan tiga orang anak.

Kepergian KD secara tragis menyisakan duka mendalam bagi keluarganya di Buleleng.

Baca juga: Menangis Sesenggukan, Aldi Taher Ratapi Anak Kehilangan Ayahnya Tewas Diamuk Massa Diduga Curi Ayam

Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengungkapkan bahwa KD memiliki tiga anak dengan jenjang usia yang beragam.

Anak sulung korban telah beranjak dewasa dan mandiri serta hidup berkeluarga.

Sementara itu, beban kehilangan yang paling berat dirasakan oleh dua anaknya yang masih bersekolah, yakni anak kedua yang saat ini duduk di bangku kelas 1 SMA, serta anak bungsunya yang masih belia dan baru menginjak bangku kelas 1 SD.

Tangisan ketiga anak ini pecah saat menyaksikan jenazah ayah mereka tiba di rumah duka.

Meski terpukul hebat, pihak keluarga KD memilih untuk mengikhlaskan kepergian almarhum dan tidak memperpanjang kasus pengeroyokan ini ke jalur hukum.

Sutama menuturkan telah menguatkan keluarga agar menyerahkan seluruh peristiwa ini kepada Tuhan dan proses hukum yang berlaku.

"Saya sedih melihat anak-anaknya menangis kehilangan ayahnya," ujar Sutama, dilansir dari Tribunbali.com, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Sutama, apa pun kesalahan yang diduga dilakukan seseorang, penyelesaiannya seharusnya tetap melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan yang menghilangkan nyawa.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri apabila memergoki seseorang yang diduga melakukan tindak pidana.

Menurutnya, orang yang diduga melakukan pelanggaran cukup diamankan dan diserahkan kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

Sutama mengaku memahami keresahan masyarakat di wilayah Baturiti yang belakangan kerap kehilangan ternak, khususnya ayam aduan.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia.

"Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga juga belum mengajukan laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Orangnya sudah meninggal. Saya sampaikan kepada keluarga agar mengikhlaskan kepergiannya. Soal yang terjadi, biarlah menjadi urusan hukum dan Tuhan yang memberikan jalan terbaik," kata Sutama

Kronologi

Aksi tersebut terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari. Saat itu, KD menyatroni kawasan permukiman warga setempat.

Situasi di Baturiti belakangan memang sedang memanas lantaran warga diresahkan oleh maraknya kasus kehilangan hewan ternak, khususnya ayam aduan.

Saat itu, pergerakan KD terendus oleh warga sekitar. 

Emosi warga yang sudah lama tertahan pun membuncah hingga akhirnya berujung pada aksi main hakim sendiri yang merenggut nyawa korban di lokasi kejadian.

Usai insiden brutal tersebut, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari tangan korban, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari seekor ayam aduan hingga sebilah golok.

Tak hanya itu, sebuah tas milik korban yang berisi tang, ketapel, batu, serta sejumlah uang tunai turut disita.

Saat ini, kepolisian tengah mengusut dua hal sekaligus: dugaan tindak pidana pencurian yang dilakukan KD dan aksi pengeroyokan fatal yang melibatkannya.

Sejumlah saksi pun diperiksa untuk mengurai secara utuh detik-detik peristiwa tersebut.

"Saat ini kami masih mendalami informasi mengenai keresahan masyarakat akibat maraknya kasus kehilangan ternak, khususnya ayam aduan, yang diduga menjadi pemicu warga melakukan aksi main hakim sendiri," imbuh Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.