Prospace Respons Tren Ergonomis dalam Penataan Kantor di Kawasan Metropolitan
Content Writer July 27, 2026 10:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Dinamika operasional bisnis pasca pandemi mendorong perusahaan di kawasan metropolitan merestrukturisasi tata letak ruang kerja fisik mereka.

Pendekatan desain dengan partisi kaku secara bertahap ditinggalkan sejumlah manajemen perusahaan, beralih ke konsep ergonomis yang mendukung pergerakan dan kolaborasi antar departemen. Perubahan ini tercatat menjadi salah satu instrumen korporasi dalam menjaga produktivitas sekaligus kesejahteraan pekerja.

Peningkatan aktivitas penataan ulang fasilitas perkantoran turut mendorong permintaan terhadap skema pengadaan interior kantor yang bersifat holistik.

Sejumlah korporasi kini mencari penyedia jasa desain interior kantor yang dapat menangani proyek secara menyeluruh, dari perencanaan hingga instalasi, guna memangkas rantai koordinasi antar vendor yang selama ini dinilai memperlambat proses kerja.

Dalam lanskap penyediaan fasilitas perkantoran tersebut, Prospace tercatat sebagai salah satu kontraktor interior kantor yang mengisi ceruk pasar pengadaan terintegrasi.

Sejak 2025, penyedia furnitur kantor ini memfokuskan model bisnisnya pada perancangan infrastruktur ruang kerja fungsional dan ergonomis, dengan target utama perusahaan di kawasan metropolitan yang tengah melakukan relokasi maupun pembaruan fasilitas kerja.

Founder sekaligus Chief Marketing Officer Prospace, Silvia He, mengatakan penataan fasilitas kantor perlu berlandaskan pada analisis kebutuhan fungsional harian korporasi.

“Fokus perancangan fasilitas saat ini adalah menyeimbangkan aspek estetika visual dengan efisiensi tata ruang nyata di lapangan. Pendekatan manajerial kami merangkum proses hulu ke hilir, mulai dari tahap perencanaan ruang hingga eksekusi instalasi akhir,” ujarnya.

Secara operasional, layanan Prospace dibangun di atas empat lini kerja yang berjalan berkelanjutan, yakni konsultasi workspace berbasis data kebutuhan ruang, perancangan desain interior kantor, distribusi logistik furnitur, hingga instalasi lapangan.

Baca juga: Cegah Perubahan Iklim, Akademisi: Desain Interior Harus Mendukung Keberlanjutan

Model kerja ini diklaim mempercepat proses penyiapan kantor karena memangkas rantai koordinasi yang biasanya melibatkan banyak pihak dalam proyek fit out kantor.

Dari sisi logistik, manajemen menerapkan kebijakan manajemen stok untuk menekan waktu tunggu atau lead time. Inventaris furnitur kantor dalam kategori siap pakai dijadwalkan terdistribusi dalam waktu paling cepat 48 jam, sementara pengadaan furnitur dengan desain khusus (custom) membutuhkan waktu pengerjaan mulai dari 45 hari.

Seluruh koordinasi proyek dikendalikan dari basis operasional Prospace di Lantai 11 Kino Tower, Alam Sutera, Kota Tangerang. Layanan fit out kantor di kawasan Tangerang, Jakarta, dan sekitarnya ini tercatat telah digunakan oleh sejumlah korporasi multinasional lintas industri, termasuk Xiaomi, CATL, dan Haier.

Baca juga: Meluas ke Level ASEAN, RI Jadi Tuan Rumah Kompetisi Arsitektur dan Desain Interior

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.