Jangan Anggap Remeh Sakit Kepala
IKL July 27, 2026 11:37 AM

SERAMBINEWS.COM - Sakit kepala merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami hampir setiap orang.  Setelah bekerja seharian, kurang tidur, atau menghadapi tekanan pekerjaan, banyak orang memilih mengonsumsi obat pereda nyeri lalu melanjutkan aktivitas. 

Dalam sebagian besar kasus, hal tersebut memang tidak menjadi masalah. Namun, pada sebagian kecil kasus, sakit kepala yang tampak sepele dapat menjadi tanda adanya penyakit yang jauh lebih serius, seperti tumor otak. Dalam praktik sehari-hari sebagai dokter bedah saraf, saya masih sering menjumpai pasien yang datang ketika kondisinya sudah cukup berat. 

Ada yang baru memeriksakan diri setelah mengalami kejang untuk pertama kalinya, ada yang datang karena mengalami kelemahan pada anggota gerak, bahkan ada yang telah mengalami penurunan kesadaran. 

Ketika riwayat penyakit ditelusuri, sebagian besar memiliki cerita yang hampir sama: sakit kepala yang semakin sering dan semakin berat selama berbulan-bulan, tetapi dianggap hanya akibat kelelahan, kurang tidur, atau stres. 

Akibatnya, kesempatan untuk menegakkan diagnosis pada tahap lebih dini pun terlewat. Di masyarakat masih berkembang dua anggapan yang sama-sama kurang tepat. 

Sebagian orang menganggap setiap sakit kepala pasti merupakan tanda tumor otak sehingga muncul rasa takut yang berlebihan. Sebaliknya, ada pula yang menganggap tumor otak merupakan penyakit yang sangat langka sehingga merasa mustahil mengalaminya. 

Padahal, kenyataannya berada di antara keduanya. Sebagian besar sakit kepala memang bukan disebabkan oleh tumor otak, tetapi terdapat tanda-tanda tertentu yang harus diwaspadai. 

Kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila sakit kepala semakin berat dari waktu ke waktu, lebih sering muncul pada pagi hari, membangunkan penderita dari tidur, disertai muntah tanpa penyebab yang jelas, atau disertai kejang, kelemahan anggota gerak, gangguan bicara, gangguan penglihatan, maupun perubahan perilaku. 

Gejala-gejala tersebut memang tidak selalu berarti tumor otak, tetapi merupakan alasan yang cukup untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Kabar baiknya, kemajuan ilmu kedokteran telah membawa perubahan besar dalam penanganan tumor otak. 

Pemeriksaan CT scan dan MRI memungkinkan diagnosis ditegakkan lebih cepat dan lebih akurat. Di sisi lain, perkembangan teknologi bedah saraf membuat tindakan operasi menjadi jauh lebih aman dan presisi dibandingkan beberapa dekade lalu. Selain itu, tidak semua tumor otak bersifat ganas. 

Banyak pasien dapat kembali bekerja, berkarya, dan menjalani kehidupan yang produktif apabila penyakit ditemukan serta ditangani sejak dini. Hal yang sering terlupakan adalah bahwa tumor otak bukan hanya mengubah kehidupan pasien, tetapi juga kehidupan seluruh keluarganya. 

Ketika seseorang kehilangan kemampuan bekerja, berbicara, atau bergerak, keluarga ikut memikul beban sebagai pendamping, sekaligus menghadapi tekanan emosional, sosial, dan ekonomi yang tidak ringan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat merupakan investasi kesehatan yang sangat penting. 

Tujuannya bukan untuk menimbulkan rasa takut, melainkan membangun ke sadaran agar masyarakat mencari pertolongan medis sebelum kondisinya terlambat ditangani. Pada akhirnya, pesan yang ingin saya sampaikan sangat sederhana. 

Jangan panik setiap kali mengalami sakit kepala, tetapi jangan pula menganggap semua sakit kepala sebagai keluhan biasa. Dengarkan sinyal yang diberikan tubuh. 

Apabila sakit kepala semakin berat, semakin sering, atau disertai tanda-tanda bahaya, segera periksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui sedini mungkin. 

Sebab, dalam penanganan tumor otak, waktu merupakan bagian dari terapi. Semakin dini penyakit dikenali dan ditangani, semakin besar peluang mempertahankan fungsi otak, kualitas hidup, bahkan harapan hidup pasien. 

Menjaga kesehatan otak pada akhirnya bukan sekadar menjaga satu organ tubuh, melainkan menjaga kemampuan kita untuk berpikir, bekerja, mencintai keluarga, dan menjalani kehidupan yang bermakna.(*)

Tonton Videonya di Channel YouTube, Serambinews.com

Baca juga: Laser Hemoroid: Harapan Baru dalam Penanganan Wasir Modern

Baca juga: EEG pada Anak: Apa yang Orang Tua Perlu Ketahui?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.