TRIBUNNEWS.COM - Tunggal putra Taiwan, Chou Tien Chen baru saja menulis sejarah baru dikala usianya telah memasuki masa senja alias tua.
Tepat di ajang China Open yang selesai digelar Minggu (26/7/2026) kemarin, Chou Tien Chen pulang dari turnamen dengan raihan gelar juara.
Chou Tien Chen yang diketahui sudah berusia 36 tahun berhak menyegel gelar setelah memenangkan laga final di China Open tahun ini.
Bertanding melawan Toma Junior Popov (Prancis) di laga puncak, Chou Tien Chen mengalahkan lawannya lewat pertarungan tiga gim.
Dalam laga yang berlangsung 64 menit tersebut, Chou Tien Chen menyudahi perjuangan Popov dengan skor 21-15, 7-21 dan 21-13.
Kemenangan atas Popov yang berujung raihan gelar China Open 2026 itupun menyisakan banyak makna bagi Chou Tien Chen.
Baca juga: Tak Lagi Penasaran, Akane Yamaguchi Sempurnakan Puzzle Gelar Level 1000 di BWF World Tour
Apalagi gelar China Open 2026 merupakan salah satu trofi bergengsi yang belum pernah ia menangkan sepanjang kariernya.
Alhasil, dengan kemenangan tersebut, Chou Tien Chen seakan kian melengkapi koleksi gelarnya di dunia bulu tangkis.
Di turnamen BWF World Tour level 1000, Chou Tien Chen kini setidaknya sudah meraih dua gelar yakni China Open dan Indonesia Open.
Jarak dengan gelar BWF 1000 sebelumnya cukup jauh, tujuh tahun. CTC sebelumnya meraih juara Indonesia Open pada 2019 lalu.
Lebih dari itu, kemenangan di final China Open kemarin, sejatinya membuat Chou Tien mengukir tintas emas di sejarah dunia tepok bulu.
Dilansir Tracker WS/MS, Chou Tien Chen kini berhak menyandang predikat sebagai pebulu tangkis tertua yang memenangkan turnamen BWF level tertinggi alias super 1000.
Lebih tepatnya lagi, Chou Tien Chen berhasil mengukir catatan tersebut di usia 36 tahun, 6 bulan, 18 hari.
Menjuarai turnamen level 1000 terutama ajang China Open yang merupakan kandang raja bulu tangkis dunia jelas menjadi pencapaian luar biasa bagi Chou Tien Chen.
Apalagi ia meraih gelar tersebut ketika usianya sudah menyentuh 36 tahun.
Tentu hal itu menjadi prestasi sekaligus kebanggaan tersendiri bagi pebulu tangkis yang berasal dari China Taipei alias Taiwan tersebut.
Jika menilik perjalanan bisa sampai podium juara di China Open 2026, Chou Tien Chen memang sangat layak untuk menjadi jawara turnamen.
Menang dua gim atas lawannya di babak 32 besar (Brian Yang/Kanada) dan 16 besar (Kodai Naraoka/Jepang), menjadi awal positif bagi Chou Tien Chen.
Setelahnya, momen kunci Chou Tien Chen bisa menjadi juara sebenarnya baru tersaji di perempat final.
Berhadapan dengan Shi Yu Qi yang selama ini menjadi mimpi buruknya, Chou Tien Chen akhirnya berhasil mengalahkan rivalnya itu di kandang sang lawan.
Catatan kekalahan beruntun dalam sembilan pertempuran terakhir melawan Shi Yu Qi seakan mengeluarkan potensi terbaik Chou Tien Chen yang sudah berusia senja, untuk memenangkan laga perebutan semifinal tersebut.
Kemenangan tiga gim atas Shi Yu Qi akhirnya membuka jalan Chou Tien Chen untuk memenangkan laga semifinal lalu final, dan akhirnya ia juara.
Melihat pencapaian luar biasa Chou Tien Chen di level tertinggi turnamen BWF, tepat dikala usianya makin tua jelas layak diacungi jempol.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)