TRIBUNTRENDS.COM - Kematian Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) di rumah dinas mantan Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah, masih menyisakan sejumlah tanda tanya yang belum terjawab.
Salah satu hal yang menjadi sorotan ialah sosok yang memesan ambulans untuk membawa Sutrimo dari Klinik Mordent Aesthetic di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.
Sebelum dievakuasi, Sutrimo diketahui ditemukan dalam kondisi tergeletak di area Klinik Mordent.
Peristiwa tersebut juga sempat terdengar hingga lingkungan tempat tinggalnya.
Ketua RT 11 Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Ima, mengaku sempat memperoleh informasi mengenai kondisi Sutrimo pada hari kejadian.
Saat pertama kali mendengar kabar itu, ia mengira pria tersebut hanya mengalami pingsan dan segera mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Sederet Keistimewaan Febrie Adriansyah Meski Status Tersangka, Tanpa Rompi Pink, Masih Terima Gaji
"Saya pikir orang lewat yang pingsan. Dibawa ke rumah sakit, ya sudah. Saya pikir sudah sembuh orangnya," katanya.
Belakangan, foto yang beredar memperlihatkan kondisi Sutrimo saat ditemukan di lokasi.
Dalam foto tersebut, terlihat Sutrimo tergeletak dengan mulut mengeluarkan busa.
Tubuhnya tampak telah ditutupi kain berwarna biru bermotif bunga.
Temuan itu pun memunculkan perhatian publik terhadap kronologi kejadian sebelum Sutrimo dilarikan ke rumah sakit.
Hingga kini, identitas pihak yang memesan ambulans masih menjadi salah satu pertanyaan yang belum terungkap.
Fakta tersebut menambah daftar hal yang masih menunggu penjelasan terkait rangkaian peristiwa sebelum Sutrimo dinyatakan meninggal dunia.
Kasus ini pun terus menjadi perhatian seiring upaya mengungkap seluruh fakta di balik kematian Sutrimo.
Narasi beredar di akun Instagram Kementerian Kurangajar, ambulans dipesan secara online.
Ambulans yang menjemput Sutrimo di klinik lalu membawa ke rumah sakit bernomor polisi B 1418 KIX.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan saat tiba di rumah sakit, Sutrimo sudah dalam kondisi meninggal dunia.
"Pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia," katanya.
Beredar bulan tangkapan layar CCTV memperlihatkan ketika Sutrimo didorong menggunakan kasur dorong.
Tubuhnya sudah tertutup seluruhnya menggunakan kain biru.
Tampak pula empat orang di sisi kiri.
Kini beredar banyak informasi bahwa Sutrimo merupakan penjaga rumah dinas mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.
Meski begitu polisi belum memastikan.
"Masih didalami," katanya.
Kombes Pol Budi Hermanto meminta agar masyarakat tidak berspekulasi atas kejadian tersebut.
Baca juga: Beda Nasib Terduga Maling Ayam di Bali dengan Febrie Adriansyah, Hasto: Hukum Berpihak pada Elite
"Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," katanya.
Muncul pula bahwa Sutrimo memang tinggal di Klinik Mordent Aesthetic.
Ketua RT 11, Ima mengungkap klinik tersebut sudah lama tidak beroperasi.
Ima mengatakan ia pernah melihat beberapa kali ada orang yang berjaga.
Jarak dari klinik ke rumah dinas Febrie Adriansyah di Jalan Radio 1, Kramat Pela, pun tak terlalu jauh.
Jaraknya 450 meter.
Jika ditempuh dengan jalan kaki hanya sekitar enam menit.
Pada 2014 dan 2015, lokasi itu digunakan untuk kegiatan Indonesia Diecast Expo.
Memasuki 2017 hingga 2018, bangunan dipasangi spanduk penawaran sewa.
Baru pada 2020 papan nama Mordent Aesthetic Clinic terpasang di bagian depan gedung.
Saat itu, pagar terlihat terbuka dengan beberapa kendaraan terparkir di halaman.
Sementara pada citra 2024, tidak lagi terlihat kendaraan di halaman, tetapi masih terdapat tanaman hias di sekitar bangunan.
(TribunTrends/TribunBogor)