TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta terus mematangkan komposisi skuad jelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Laskar Mataram kini tinggal selangkah lagi mengamankan dua penyerang asing yang diproyeksikan menjadi solusi atas tumpulnya lini depan pada musim lalu.
Salah satu nama yang segera bergabung adalah Adrian Dalmau. Penyerang asal Spanyol itu bahkan telah tiba di Yogyakarta pada Sabtu (25/7/2026) dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up/MCU) pada Senin (27/7/2026).
Jika seluruh proses berjalan lancar, Dalmau akan segera diperkenalkan sebagai rekrutan anyar PSIM.
Selain Dalmau, PSIM juga disebut tinggal selangkah lagi merampungkan transfer penyerang asal Paraguay, Mauro Caballero.
Kehadiran dua striker tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen memperkuat daya gedor tim menghadapi kompetisi musim depan.
Langkah itu bukan tanpa alasan. Pada musim lalu, produktivitas lini serang PSIM belum maksimal. Top skor klub justru lahir dari sektor gelandang, yakni Ze Valente, bukan dari posisi penyerang murni.
Baca juga: PSIM Yogyakarta Targetkan Full Squad Pekan Depan, Pemain Asing Baru Masih Dijajaki
Sementara dari enam pemain asing yang telah diumumkan bertahan untuk musim depan, hanya Ezequiel Vidal yang berposisi sebagai pemain depan.
Manajer Tim PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, mengakui bahwa memperkuat sektor ofensif menjadi prioritas utama dalam perekrutan pemain asing.
“Di depan kan kita cuma Vidal yang kita pertahankan, gitu kan. Dan jadi memang akan kita coba nanti memperkuat itu, gitu kan. Dan memang fokusnya sekarang kita mencari pemain ofensif asing,” ujar Iksan.
Meski belum mengungkapkan secara gamblang identitas para pemain yang telah mencapai kesepakatan, Iksan memastikan dua penyerang yang diburu berasal dari dua kawasan berbeda, yakni Eropa dan Amerika Latin.
“Dari Amerika Latin, bahkan dari Amerika Tengah juga ada (CONCACAF), bahkan Eropa gitu kan,” katanya.
Iksan juga menegaskan proses perekrutan pemain asing PSIM dilakukan berdasarkan hasil pencarian dan analisis tim pelatih, bukan sekadar menerima tawaran dari agen pemain.
“Kita sistemnya bukan ditawarkan, kita mencari sendiri gitu kan, sama JP. Jadi ada beberapa nama gitu kan, misalnya ya around the world, ya around the globe kita mencari.”
Menurutnya, tim pelatih juga mempertimbangkan pengalaman pemain yang pernah berkarier di kawasan Asia Tenggara agar proses adaptasi dapat berlangsung lebih cepat.
“Begitupun juga ada pemain-pemain yang sudah pernah berkecimpung di liga-liga Asia Tenggara. Jadi memang kita mencari profil itu dan mencari benar-benar pemain yang sesuai dan juga mereka bisa bermain di sini,” tutup Iksan. (*)