Akses jadi Tantangan, Ada Layanan Jemput Bola KIA untuk Anak di Sebatik Tengah Nunukan
Amiruddin July 27, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Jarak dan keterbatasan akses tidak boleh menjadi alasan seorang anak kehilangan haknya memiliki identitas. 

Demi memastikan setiap anak tercatat dan mendapatkan perlindungan administrasi, Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, memilih mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman Kartu Identitas Anak ( KIA ) secara jemput bola.

Bukan sekadar merekam data, langkah ini menjadi upaya menghadirkan negara lebih dekat kepada anak-anak yang berada jauh dari pusat pelayanan. 

Petugas turun langsung agar para orang tua tidak harus menempuh perjalanan panjang, mengeluarkan biaya besar, atau menghadapi kendala akses hanya untuk mengurus dokumen kependudukan anak mereka. 

 

Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, di sela perekaman KIA
KARTU IDENTITAS ANAK - Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, di sela perekaman KIA kepada anak-anak sekolah. Program jemput bola ini menjadi upaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. (TribunKaltara.com/Istimewa-Dokumentasi Kecamatan Sebatik Tengah)

 

Baca juga: Sosok Hikmah Wahyuni Nasution, Guru di Sebatik Tengah Nunukan Lolos Pertukaran Guru ke Korea Selatan

 

Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, mengatakan perekaman KIA menjadi program rutin yang dilaksanakan setiap tahun, terutama saat memasuki tahun ajaran baru. 

Pada 2026, layanan pertama menyasar PAUD Nur Amaliah, dan SDN 003 Sebatik Tengah, di Desa Bukit Harapan, yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026).

“Kami memilih pelaksanaan bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026, agar anak-anak juga bisa merasakan suasana perayaan hari anak,” ujar Aris Nur, kepada TribunKaltara.com, Senin (27/7/2026).

Namun di balik kegiatan tersebut, ada alasan penting mengapa pelayanan harus dilakukan dengan sistem jemput bola. 

Kondisi geografis Kecamatan Sebatik Tengah yang berbeda daratan dengan lokasi instansi pelayanan, membuat masyarakat membutuhkan waktu, dan biaya lebih besar, jika harus datang langsung.

“Kalau tidak dilakukan jemput bola, masyarakat tentu akan terbebani waktu dan biaya.

Karena itu kami hadir langsung mendekati masyarakat, terutama anak-anak sekolah,” katanya.

Hingga tahun 2025, sebanyak sekitar 989 anak di Kecamatan Sebatik Tengah telah memiliki KIA.

Tahun ini pemerintah kecamatan menargetkan tambahan 100 anak, dengan sasaran utama anak usia sekolah 5 sampai 8 tahun.

Dalam proses pelayanan, petugas juga menemukan sejumlah tantangan.

Salah satunya adalah anak-anak yang baru datang dari Malaysia, namun belum memiliki dokumen kependudukan.

“Kami membantu proses pendaftarannya melalui SIAK, agar anak-anak tetap bisa mendapatkan identitas kependudukan,” jelas Aris Nur. 

KIA sendiri bukan sekadar kartu identitas.

Dokumen ini menjadi pintu akses anak untuk mendapatkan berbagai layanan, mulai dari pendidikan, pendaftaran sekolah, kesehatan, perbankan, hingga layanan sosial.

Meski layanan terus didekatkan kepada masyarakat, masih ada kendala lain yang ditemukan, yakni rendahnya kesadaran sebagian orang tua mengenai pentingnya KIA bagi anak.

Untuk itu, pemerintah kecamatan terus melakukan sosialisasi melalui pertemuan di kantor desa maupun sekolah agar para orang tua memahami pentingnya identitas kependudukan bagi perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Setelah menyasar PAUD Nur Amaliah dan SDN 003 Sebatik Tengah, layanan jemput bola perekaman KIA Senin (27/7/2026) hari ini berlanjut ke SDN 002 Sebatik Tengah, dan akan menyasar sekolah serta PAUD lainnya.

Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah menargetkan seluruh proses perekaman dan pencetakan KIA selesai paling lambat pertengahan Agustus 2026. 

“Harapannya, KIA tersebut menjadi hadiah bagi anak-anak menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkas Aris Nur.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.