Penampakan Buaya 4,5 Meter yang Terkam Warga Pasangkayu hingga Tewas, Melawan saat Ditangkap
Abd Rahman July 27, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU– Pencarian panjang terhadap buaya yang menerkam Ramasa, warga Muara Dusun Tikke Muara, Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya berakhir.

Tim Pemerhati Satwa Mamuju Tengah bersama warga setempat berhasil menangkap buaya sepanjang sekitar 4,5 meter yang diduga menjadi predator penyebab kematian Ramasa, Sabtu (25/7/2026).

Penangkapan buaya tersebut berlangsung dramatis.

Tim membutuhkan waktu beberapa hari untuk menemukan keberadaan predator itu di kawasan muara.

Baca juga: Knalpot Brong Bikin Resah, Polisi Amankan 8 Sepeda Motor di Pasangkayu

Baca juga: Harga TBS Sawit di Mamuju Tengah Tembus Rp2.550 per Kg, Antrean Pabrik Mulai Normal

Saat ditemukan, buaya berada di dalam air dan sempat melakukan perlawanan ketika hendak diamankan.

Tim bersama warga harus bekerja ekstra karena posisi buaya sulit didekati.

Salah seorang warga yang ikut dalam proses penangkapan mengatakan, tim sempat menggunakan tombak dan senapan untuk melumpuhkan buaya tersebut.

Setelah berhasil dikuasai, buaya kemudian diikat menggunakan tali dan dievakuasi menggunakan perahu menuju bibir pantai.

Puluhan warga turut mengawal proses evakuasi hingga predator tersebut berhasil dibawa ke daratan.

Anggota Tim Pemerhati Satwa, Rio, membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Senin (27/7/2026).

"Proses penangkapannya cukup lama karena posisi buaya berada di dalam air. Tim bersama warga harus bekerja ekstra hingga akhirnya berhasil menguasai buaya tersebut," ujar Rio.

Sisa Tubuh Ramasa Ditemukan di Perut Buaya

Setelah berhasil diamankan, buaya tersebut kemudian dibedah pada Minggu (26/7/2026) untuk memastikan apakah merupakan predator yang menyerang Ramasa.

Hasil pemeriksaan mengungkap fakta mengejutkan. Tim menemukan sisa tubuh korban berupa tulang belulang di dalam perut buaya tersebut.

Temuan itu memastikan bahwa buaya berukuran 4,5 meter tersebut merupakan hewan yang menerkam dan menewaskan Ramasa di kawasan muara Dusun Tikke Muara.

"Dari hasil pembedahan ditemukan sisa-sisa tubuh korban berupa tulang belulang. Dengan temuan itu dapat dipastikan buaya ini merupakan buaya yang menerkam korban," kata Rio.

Menurut Rio, kepastian tersebut sekaligus mengakhiri pencarian yang dilakukan tim Pemerhati Satwa atas permintaan keluarga korban dan pemerintah desa.

Sebelumnya, tim telah menangkap beberapa ekor buaya di lokasi yang sama. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bagian tubuh manusia di dalam perut buaya tersebut.

Salah satu buaya bahkan ditemukan mati akibat terkena mata kail saat proses penangkapan.

Karena belum menemukan predator yang menyerang Ramasa, tim kemudian melanjutkan pencarian hingga akhirnya berhasil menemukan buaya berukuran 4,5 meter tersebut.

Kronologi Ramasa Diterkam Buaya

Saat itu, Sedo melihat seekor buaya mendekati Ramasa. Ia sempat berteriak memperingatkan korban agar segera naik ke daratan.

Namun beberapa saat kemudian, Sedo hanya mendengar teriakan "Allahu Akbar" dari Ramasa sebelum korban menghilang ke dalam air.

Warga bersama aparat kemudian melakukan pencarian.

 

Ramasa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 20.15 Wita.

Dengan ditemukannya sisa tubuh korban di dalam perut buaya hasil tangkapan, tim Pemerhati Satwa memastikan pencarian predator pemangsa Ramasa telah selesai.

Identitas buaya yang selama ini dicari akhirnya terungkap.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.