TRIBUN-SULBAR.COM- Polisi Wanita (Polwann) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh atasanya di Polda Sumatera Barat (Sumbar).
Korban sebut saja Mawar masih berpangkat Brigadir ia bertugas di Polda Sumbar.
Korban kini mengalami trauma panjang usai diduga mendapat perlakuan tak pantas dari atasanya itu Kamis (15/1/2026).
Kasus ini menjadi perhatian public, korban kini dibantu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk tidak menghentikan kasus penyelidikan dan mendesak kasus ini segera gelar perkara.
Baca juga: KPU Mamuju Tengah Catat 99.916 Pemilih, Generasi Milenial dan Gen Z Jadi Mayoritas
Baca juga: Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Mensesneg Ungkap Alasan Pengunduran Diri
Korban juga mengaku mendapat ancaman dan diterima lewat pesan anonim dan mengalami tekanan selama proses penanganan kasus.
Kejadian berawal menurut korba, saat ia Mawar (nama samaran) berangkat liburan Bersama enam rekanya.
Dari tujuh orang tersebut, empat di antaranya disebut akan menerima tambahan uang saku.
"Pada hari kejadian ada satu rekan saya dipanggil terlebih dahulu ke ruangannya," ujar Mawar seperti dilansir dari Tribunnwes.com, Senin (27/7/2026).
Tak lama kemudian, Mawar mengaku turut dipanggil ke ruangan atasannya. Saat itu ia sedang melakukan panggilan video dengan suaminya.
"Saya sedang video call dengan suami. Suami saya tahu saya dipanggil ke ruangan beliau dan berpesan agar jangan mematikan panggilan video," katanya.
Sesampainya di dalam ruangan, Mawar mengaku diminta duduk dan menutup mata.
Menurutnya, atasannya mengatakan terdapat dua amplop yang harus dipilih.
"Beliau bilang, 'Ini ada dua amplop, kamu pilih, tapi kamu tutup mata dulu'," ucapnya.
Mengaku Menolak dan Berusaha Menjauh
Saat menutup mata, Mawar mengaku mengalami tindakan yang diduga sebagai pelecehan seksual.
Ia mengaku terkejut dan spontan berusaha menjauh.
"Saya langsung refleks mundur. Dalam keadaan syok dan ketakutan saya bilang, 'Pak jangan pak, saya tidak mau kayak gini caranya. Kalau kayak gini caranya saya ada uang pak'," katanya sambil menangis.
Menurut pengakuannya, atasannya kemudian meminta maaf dan menyatakan tidak berniat melecehkannya.
"'Saya tidak bermaksud melecehkan kamu. Kamu ambil amplop dua-duanya ya, jangan bilang siapa-siapa'," ujar Mawar menirukan ucapan atasannya.
Korban mengaku tetap menolak mengambil amplop tersebut. Namun setelah terjadi perdebatan sekitar 15 menit dan karena merasa takut, ia akhirnya mengambil amplop agar dapat segera keluar dari ruangan.
Menurut Mawar, atasannya saat itu hanya menyampaikan permintaan maaf kepada dirinya dan sang suami.
"Beliau hanya meminta maaf kepada saya dan suami saya," ujarnya.
Beberapa hari kemudian, tepatnya Senin (19/1/2026), suaminya menghadap Kapolda Sumbar yang menjabat saat itu untuk melaporkan peristiwa tersebut.
Mawar mengatakan pimpinan kemudian mengambil langkah dengan memindahkannya ke satuan kerja lain.
"Namun sebenarnya saya masih trauma bertemu dengan beliau. Walaupun sudah pindah satker, masih sama-sama di lingkungan Polda Sumbar, tetapi ruangannya sudah berjauhan," ujarnya.