Diduga Akibat Dendam Sesama Pekerja, Tetangga Beberkan Motif Pembantaian di Duyu Palu
Regina Goldie July 27, 2026 01:08 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dugaan motif di balik pembantaian satu keluarga di Jl PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, mulai terungkap dari keterangan tetangga korban.

Tetangga korban, Bahtiar, menduga peristiwa yang menewaskan seorang pria dan anaknya yang masih balita itu dipicu persoalan dendam antara korban dan terduga pelaku yang sama-sama bekerja di lokasi usaha pemotongan ayam.

"Kalau penyebabnya saya dengar sih masalah dendam, karena terduga pelaku dan korban ini sama-sama pekerja di lokasi ini," kata Bahtiar kepada TribunPalu.com, Senin (27/7/2026).

Menurut Bahtiar, dugaan dendam itu diduga berawal dari persoalan pribadi yang berkembang di lingkungan kerja.

Baca juga: Pemkab Donggala Lantik Enam Pejabat Baru, Ini Daftar Jabatannya

"Tidak tahu juga dendamnya apa, mungkin dia pernah dengar bicara yang tidak enak," ujarnya.

Bahtiar mengaku memperoleh informasi dari pemilik usaha pemotongan ayam tempat korban dan terduga pelaku bekerja.

Ia mengatakan, korban dan terduga pelaku disebut kerap saling melaporkan keburukan masing-masing kepada pemilik usaha.

"Karena dari pengakuannya bos yang punya tempat potong ayam ini, korban dan pelaku biasanya saling lapor ke bosnya," katanya.

Selain itu, Bahtiar juga menyebut terduga pelaku diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Menurut informasi yang diterimanya, pekerja di lokasi pemotongan ayam tersebut merupakan keluarga dari pemilik usaha.

"Tapi saya dengar-dengar dari ceritanya haji yang juga bosnya mereka, yang diduga pelaku ini masih ada hubungan keluarga dengan korban. Karena di lokasi pemotongan ayam ini rata-rata yang kerja cuma keluarganya pemilik tempat," ujarnya.

Baca juga: Lokasi Penemuan Sekeluarga Tak Bernyawa di Duyu Palu Dipadati Warga, Garis Polisi Terpasang

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismailboby mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai motif maupun identitas pelaku.

Ia juga menegaskan foto maupun video yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan kasus tersebut masih sebatas dugaan.

"Masih dalam pengejaran tersangka jadi belum bisa memberikan keterangan. Video yang beredar di media sosial masih diduga pelakunya tersebut," katanya.

Saat ini, Satreskrim Polresta Palu masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

Dalam peristiwa itu, dua orang meninggal dunia, yakni seorang pria dan anaknya yang masih balita. 

Sementara istri korban mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palu.

Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif maupun identitas pelaku hingga proses penyelidikan selesai dan keterangan resmi disampaikan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.