Kasus Pneumonia di Bandar Lampung Naik 48,6 Persen, Diskes Imbau Warga Waspadai Dampak Kemarau
taryono July 27, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak musim kemarau dan paparan cuaca panas terhadap kesehatan.

Baca juga: Polwan Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pelecehan, Diminta Tutup Mata Sebelum Kejadian di Ruang Atasan

Imbauan tersebut disampaikan setelah kasus pneumonia tercatat meningkat 48,6 persen dalam empat pekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih berada dalam kategori risiko rendah. Suhu rata-rata di Bandar Lampung tercatat berkisar antara 25,9 hingga 26,4 derajat Celsius.

Namun, durasi penyinaran matahari yang mencapai sekitar 4,2 jam per hari selama musim kemarau serta kondisi udara yang lebih kering tetap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila masyarakat tidak melakukan pencegahan.

"Meskipun indikator risiko cuaca saat ini masih tergolong rendah, masyarakat tetap harus waspada terhadap paparan panas dan udara kering selama musim kemarau," kata Muhtadi, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, paparan panas dan udara kering dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan pencernaan.

Muhtadi mengimbau warga menjaga asupan cairan dengan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pakaian ringan dan nyaman saat beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi aktivitas fisik berat terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan makanan dan minuman dengan memastikan makanan dimasak hingga matang serta menggunakan air yang aman untuk dikonsumsi. Penggunaan masker saat berada di luar ruangan juga dianjurkan untuk mengurangi paparan debu akibat kondisi udara yang kering.

Menurut Muhtadi, udara kering dapat membuat saluran pernapasan lebih mudah mengalami iritasi sehingga berpotensi meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia. Sementara kondisi panas juga dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan dan air yang berisiko memicu gangguan pencernaan seperti diare akut maupun demam tifoid.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Kota Bandar Lampung pada Minggu ke-28 Tahun 2026 atau pertengahan Juli 2026, Diskes mencatat sebanyak 55 kasus pneumonia. Jumlah tersebut meningkat sekitar 48,6 persen dibandingkan empat minggu sebelumnya.

Selain pneumonia, kasus suspek demam tifoid juga mengalami peningkatan. Diskes mencatat 191 kasus suspek demam tifoid atau naik sekitar 12,4 persen dibandingkan periode empat minggu sebelumnya.

Sementara itu, kasus ISPA tercatat sebanyak 2.335 kasus dan relatif stabil dalam empat pekan terakhir. Kasus diare akut tercatat 319 kasus dengan tren yang juga relatif stabil. Adapun penyakit serupa influenza atau influenza-like illness (ILI) tercatat sebanyak empat kasus tanpa perubahan signifikan.

Muhtadi menjelaskan, data tersebut merupakan hasil pencatatan agregat SKDR yang dihimpun dari seluruh puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta rumah sakit yang menjadi jejaring pelapor di wilayah Kota Bandar Lampung.

Ia berharap masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas, diare berkepanjangan, atau tanda-tanda dehidrasi.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.