TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Hingga Senin (27/7/2026), jumlah korban insiden ambruknya tribun penonton ajang Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Serie 3 2026 di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026), mencapai 90 orang.
Mereka menjalani penanganan dan perawatan di 11 rumah sakit.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meminta data korban terus diperbarui agar kondisi pasien, baik yang rawat jalan, rawat inap, maupun masih observasi, dapat dipantau secara menyeluruh.
Ia bahkan membagi penanganan menjadi dua tim, yakni tim investigasi dan tim pendampingan korban yang menyambangi seluruh rumah sakit.
Menurutnya, sejak insiden terjadi pada Minggu (26/7/2026), proses evakuasi berlangsung secara besar-besaran dengan melibatkan lebih dari 20 ambulans yang membawa korban ke 11 rumah sakit di Banyumas.
"Saya tadi malam itu keliling. Total kemarin ambulans lebih dari 20."
"Kemudian, korban diampu oleh 11 rumah sakit," ujar Sadewo, Senin.
Baca juga: Jumlah Korban Tragedi Ambruknya Tribun Penonton Kejurnas di GOR Satria Purwokerto Bertambah
Usai melakukan diskusi dengan seluruh unsur penyelenggara yang terdiri dari event organizer (EO), vendor, pengelola tiket, serta berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Sadewo memutuskan membagi penanganan menjadi dua tim.
Tim pertama bertugas melakukan investigasi yang sepenuhnya dipimpin oleh Polresta Banyumas.
"Saya putuskan dibagi dua tim. Tim satu tentunya dari Polres akan melakukan investigasi."
"Sudah dilakukan dan belum selesai. Jadi, nanti kesimpulannya apa, nunggu hasil dari Polres," katanya.
Sementara, tim kedua dipimpin langsung Sadewo untuk memastikan kondisi para korban.
Tim kedua langsung mendatangi seluruh korban yang menjalani perawatan di berbagai rumah sakit.
Sadewo mengatakan, dirinya bersama pihak penyelenggara mendatangi satu per satu rumah sakit yang merawat korban.
Rumah sakit yang dikunjungi antara lain RS DKT, RS Elisabeth, RS Geriatri, RS Ananda, RS Dadi Keluarga, RS Wiradadi Husada, RS Orthopaedi, RS Margono Soekarjo, RS Sinar Kasih, JIH Purwokerto, hingga RSUD Banyumas.
"Tim dua ikut saya menyambangi seluruh korban di semua rumah sakit."
"Yang saya tahu, mulai dari Rumah Sakit DKT, Elisabeth, kemudian Geriatri, kemudian Ananda, kemudian Dadi Keluarga, Wiradadi Husada, Orthopaedi, kemudian Rumah Sakit Margono, RS Sinar Kasih, kemudian JIH."
"Ada satu di RSUD Banyumas, karena sudah malam jadi saya video call tadi malam," ungkapnya.
Ia menegaskan, seluruh pihak penyelenggara turut diajak mengunjungi para korban sebagai bentuk tanggung jawab terhadap insiden tersebut.
"Semua dan saya mengajak pihak penyelenggara. Dan mereka bertanggung jawab," katanya.
Berdasarkan data yang diterimanya, hingga Senin siang, jumlah korban tercatat sebanyak 90 orang.
Namun, data tersebut masih terus diperbarui karena sebagian korban sudah diperbolehkan pulang.
"Ada 90. Saya minta update yang pasti. Yang sudah rawat jalan berapa. Yang rawat inap berapa. Yang masih proses observasi ada berapa," ujarnya.
Di saat yang sama, penyelidikan penyebab ambruknya tribun masih terus dilakukan oleh jajaran Polresta Banyumas.
"Dengan kurun waktu yang sama, pihak Polresta juga tetap melakukan investigasi. Tapi yang jelas tidak ada yang menghendaki ini terjadi. Namanya musibah," ucapnya.
Sadewo menyebut, kondisi korban bervariasi, mulai dari luka ringan, pingsan, hingga mengalami patah tulang.
Ia mengatakan, terdapat seorang ibu hamil delapan bulan yang menjadi korban.
Namun, Sadewo memastikan, kondisi ibu maupun janinnya dalam keadaan aman.
"Kondisi korban dari mulai ringan sampai patah tulang."
"Kebanyakan patah tulang, yang pulang juga banyak, yang pingsan."
"Ada yang ibu hamil posisi delapan bulan, tapi posisinya aman," jelasnya.
Baca juga: Temuan Awal Polisi Soal Ambruknya Tribun VIP di GOR Satria Purwokerto
Ia kembali menegaskan, seluruh korban berjumlah 90 orang telah mendapatkan penanganan di 11 rumah sakit.
Sementara, korban yang masih menjalani perawatan telah dikunjungi satu per satu bersama pihak penyelenggara.
"Sedangkan yang belum pulang, semua saya kunjungi satu-persatu bersama pihak penyelenggara."
"Saya kemarin bagi dua. Pihak penyelenggara cukup kooperatif," pungkasnya. (*)