Karhutla Ketapang Terkendali! BPBD Dorong Penempatan Helikopter di Bandara Rahadi Oesman
Syahroni July 27, 2026 01:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang memastikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali.

Meski demikian, kewaspadaan terus ditingkatkan menyusul masih ditemukannya ratusan titik panas berdasarkan pemantauan satelit.

Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Minggu 26 Juli 2026) pukul 16.00 WIB, terdeteksi 182 titik panas (hotspot) di Kabupaten Ketapang.

Baca juga: Potret Udara Karhutla Kubu Raya: Kepulan Asap Tebal Kebakaran Lahan Serdam Hambat Pemadaman

Dari jumlah tersebut, lima titik berkategori tingkat kepercayaan rendah, 175 titik dengan tingkat kepercayaan sedang, dan dua titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara itu, prakiraan cuaca BMKG untuk Senin 27 Juli 2026 menunjukkan wilayah Ketapang diperkirakan berawan sejak pagi hingga malam hari, kondisi yang diharapkan dapat membantu menekan potensi meluasnya kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan meski situasi masih terkendali.

Pihaknya berharap adanya dukungan helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun BPBD Provinsi Kalimantan Barat untuk memperkuat upaya pemadaman dari udara.

Baca juga: Potret Udara Karhutla Kubu Raya: Kepulan Asap Tebal Kebakaran Lahan Serdam Hambat Pemadaman

Menurutnya, keberadaan satu unit helikopter yang disiagakan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang akan mempercepat penanganan, terutama pada titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Kalau ada satu helikopter yang siaga di sini, tentu akan mempermudah dan mempercepat proses pemadaman, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan darat," ujarnya, Senin 27 Juli 2026.

Di sisi lain, BPBD memastikan seluruh personel tetap berada dalam kondisi siaga.

Koordinasi juga terus dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk memantau perkembangan titik api di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang.

Selain kesiapan personel, BPBD memastikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasional penanganan karhutla tetap tersedia.

Setelah sempat terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa pekan terakhir, distribusi BBM kini mulai kembali normal sehingga pasokan untuk kendaraan operasional dipastikan aman.

Yunifar menyebut pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar distribusi BBM tetap lancar selama masa siaga karhutla.

Meski kondisi masih terkendali, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan pembakaran sembarangan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kejadian karhutla agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin melalui Command Center BPBD TRC Damkar Ketapang di nomor (0534) 31815, WhatsApp Rescue 0852-4744-1113, atau Pusdalops BPBD Ketapang 0852-5215-3025.

Dengan kesiapsiagaan personel, dukungan pemerintah daerah, serta harapan adanya tambahan armada pemadaman udara, BPBD optimistis potensi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang dapat terus dikendalikan selama musim kemarau berlangsung.


 
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.