Kronologi Terduga Pencuri Ayam Tewas Diamuk Massa di Bali, Bermula dari Aksi Basah di Rumah Warga
Sinta Darmastri July 27, 2026 01:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Dini hari yang tenang di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak berubah gempar. Aksi nekat seorang pria berinisial KD yang diduga hendak mencuri ayam aduan milik warga setempat berakhir tragis setelah amukan massa merenggut nyawanya pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Insiden berdarah yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.30 WITA tersebut dipicu oleh akumulasi kekesalan dan keresahan warga sekitar. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, lingkungan setempat kerap disatroni pencuri yang menyasar ternak, terutama ayam aduan milik warga.

Kini, kepolisian tidak hanya berfokus pada perkara pencurian semata, namun juga mengusut tuntas dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan melayangnyawa terduga pelaku.

Bermula dari Aksi Basah di Rumah Warga

Kisah tragis ini bermula saat KD diduga tertangkap tangan tengah melancarkan aksinya mencuri seekor ayam aduan milik I Wayan Adi Suteja (31), salah satu warga Banjar Dinas Juwuk Legi.

Sayangnya bagi KD, pergerakannya terendus. Warga sekitar yang menyadari kehadiran penyusup langsung saling memberi tahu. Dalam hitungan menit, gelombang massa berdatangan menuju lokasi kejadian.

Lantaran luapan emosi yang tertahan akibat maraknya kasus kehilangan ayam aduan di wilayah Baturiti, warga lantas mengepung dan mengamankan KD.

Situasi di lapangan bergerak cepat dan makin memanas hingga berubah menjadi aksi pengeroyokan massal. Akibat tindakan main hakim sendiri tersebut, KD mengalami luka parah dan terkapar hingga menghembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian, sebelum polisi sempat tiba di TKP. Tak berhenti di situ, sepeda motor yang diduga digunakan KD untuk bertandang ke lokasi juga tak luput dari amukan massa dan dibakar hingga hangus.

Baca juga: Buntut Pengeroyokan Pria Buleleng Hingga Tewas di Tabanan Bali, 5 Warga Resmi Ditahan Polisi

Polisi Tiba, Terduga Pelaku Sudah Tak Bernyawa

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengonfirmasi insiden maut tersebut. Ia menerangkan bahwa jajaran Polsek Baturiti menerima panggilan darurat dari warga sekitar pukul 02.00 WITA dan bergegas meluncur ke TKP.

"Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati terduga pelaku telah meninggal dunia," ujarnya.

Dari tempat kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti penting. Selain seekor ayam milik korban, polisi menyita sebilah golok yang diduga milik KD, serta sebuah tas berisi peralatan seperti tang, ketapel, batu, dan beberapa lembar uang tunai.

Guna penanganan medis serta keperluan verifikasi, jasad korban langsung dievakuasi dari tempat kejadian.

"Jenazah terduga pelaku kemudian dievakuasi ke RS Semara Ratih untuk penanganan lebih lanjut sekaligus proses identifikasi awal karena waktu kejadian tidak ditemukan identitas pelaku," ucapnya.

Guna menyingkap tabir kejadian, penyidik melakukan olah TKP ketat bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan untuk melacak identitas melalui sidik jari. Pemilik ayam serta saksi-saksi kunci di lokasi turut diperiksa guna merekonstruksi kronologi kejadian secara utuh, termasuk mendalami pasal pengeroyokan maut.

"Saat ini kami masih mendalami informasi mengenai keresahan masyarakat akibat maraknya kasus kehilangan ternak, khususnya ayam aduan, yang diduga menjadi pemicu warga melakukan aksi main hakim sendiri," imbuhnya.

Baca juga: Pilu! Jerit Tangis Anak Kecil di Bali Iringi Pemakaman Ayahnya, Diduga Curi Ayam Tewas Dikeroyok

Identitas Terungkap: Polisi Usut Dua Klaster Tindak Pidana

Melalui penelusuran tim inafis, teka-teki identitas terduga pelaku akhirnya terkuak. KD terkonfirmasi merupakan warga yang berasal dari Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Kapolsek Baturiti, Kompol Nyoman Darsana, mengaminkan hasil temuan identitas tersebut dan membenarkan bahwa korban tewas akibat aksi amuk massa.

"Iya diduga pelaku berasal dari Sidatapa, Buleleng," ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik menerapkan dua fokus penyelidikan sekaligus: yakni dugaan tindak pidana pencurian hewan ternak dan tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan kematian seseorang.

Meskipun hingga Sabtu (25/7/2026) pihak keluarga KD belum melayangkan laporan resmi terkait tewasnya korban, kepolisian memastikan proses hukum tidak berhenti.

"Masih nihil (laporan dari keluarga terduga pelaku -red)," imbuhnya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan akan tetap diteruskan secara profesional demi membongkar seluruh rangkaian peristiwa dan mengidentifikasi Oknum-oknum yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.