Bentrokan Berdarah di Menteng Bukan Gara-gara Nasi Uduk, Saksi Sebut Pemotor Tak Terima Ditegur
Talitha Daren July 27, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Bentrokan berdarah yang terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, sempat diwarnai beragam spekulasi mengenai pemicunya.

Salah satu narasi yang beredar di media sosial menyebut keributan dipicu persoalan pembayaran nasi uduk yang dibeli di kawasan Matraman Dalam.

Namun, informasi tersebut dibantah oleh Pengurus Masjid Jami Matraman, Rino Prabowo.

Ia menegaskan kabar yang menyebut warga tidak membayar nasi uduk hingga memicu bentrokan merupakan informasi yang tidak benar.

Menurut Rino, penyebab insiden tersebut sesuai dengan keterangan yang telah disampaikan pihak kepolisian.

Bentrokan disebut bermula dari perselisihan di jalan akibat suara knalpot racing yang memicu adu mulut.

Teguran terhadap pengendara motor itu diduga tidak diterima dengan baik hingga memicu ketegangan.

Pengendara yang terlibat kemudian kembali ke lokasi bersama sejumlah rekannya sehingga bentrokan tak dapat dihindari.

Peristiwa tersebut akhirnya berujung pada aksi kekerasan yang menyita perhatian masyarakat dan kini masih dalam penanganan aparat kepolisian.

Baca juga: Diduga Gara-gara Tak Dilayani Nasi Uduk, 2 Kelompok Bentrok di Menteng Hingga 1 Orang Meninggal

Bukan Gara-gara Nasi Uduk

"Tidak, tidak ada itu (soal tidak bayar nasi uduk). Sesuai yang Bapak Kapolres bilang, itu sesuai. Kapolsek juga bilang sesuai itu," kata Rino kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Dijelaskannya, insiden berawal dari perselisihan jalanan terkait masalah knalpot. 

Pengendara motor yang tak terima ditegur kemudian kembali ke lokasi bersama kelompoknya hingga bentrokan tak terhindarkan

"Iya, jadi dia sempat berboncengan motor gitu, terus karena tak terima, jadi akhirnya dia ke sini datang lagi dengan membawa pasukan," ungkap Rino.

Baca juga: Buntut Bentrok TNI vs Brimob di Sorong, Malam Ini TNI & Polri Gelar Patroli Bersama, Cegah Provokasi

PEMICU BENTROKAN - Gerobak nasi uduk di Jalan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, tampak dipasangi garis polisi setelah mengalami kerusakan, Minggu (26/7/2026). Perusakan gerobak ini diduga kuat menjadi pemicu awal terjadinya bentrokan kelompok warga
PEMICU BENTROKAN - Gerobak nasi uduk di Jalan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, tampak dipasangi garis polisi setelah mengalami kerusakan, Minggu (26/7/2026). Perusakan gerobak ini diduga kuat menjadi pemicu awal terjadinya bentrokan kelompok warga (Tribun Trends/(Tribunnews.com))

Polri dan TNI Halau Massa Susulan

Rino juga menceritakan situasi mencekam pada malam setelah kejadian utama. 

Kelompok dari salah satu pihak sempat kembali mendatangi lokasi dengan membawa sejumlah senjata tajam.

Namun, berkat kesiapsiagaan jajaran TNI dan Polri, aksi susulan tersebut berhasil diredam sebelum situasi semakin memanas.

"Iya, sempat melihat langsung. Mereka datang untuk menunjukkan kekecewaan mereka. Tapi semua dibantu oleh pihak TNI-Polri; dihadang, diredam, diberikan pengertian bahwasanya semua proses hukum sudah berjalan. Jadi mereka mundur teratur," jelasnya.

Meski kelompok massa tersebut datang membawa sajam sebagai bentuk solidaritas dan kekecewaan atas jatuhnya korban dari pihak mereka, tindakan preventif petugas berhasil mengendalikan keadaan.

Baca juga: Video & Foto Anggota TNI Dikejar-kejar dan Dikeroyok di Pelabuhan Sorong, Imbas TNI & Brimob Bentrok

BENTROK DI MENTENG - Berawal dari ribut di warung nasi uduk Menteng, bentrok sekelompok pria dengan warga setempat berujung maut (Tribun Trends)

"Sudah ditangani semua sampai kepolisian, sudah diantisipasi, dilakukan kegiatan preventif. Sama-sama ditahan, jadinya terkendali lah sampai dengan sekarang dan seterusnya," tutur Rino.

Menyikapi perselisihan yang memakan korban jiwa tersebut, Rino mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu simpang siur yang beredar di luar.

Ia berharap tragedi serupa tidak kembali terulang di mana pun, khususnya di wilayah Matraman.

"Ya semua masyarakat kita sama-sama anak bangsa, jangan mudah terprovokasi," ujarnya.

Adapun saat ini di sekitar Jalan Matraman Dalam nampak dijaga oleh aparat TNI dan Polri untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.

(TribunTrends.com/TribunJakarta.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.