Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, Warga Perumahan di Mamuju Bersyukur Dapat Bantuan Damkar Sulbar
Abd Rahman July 27, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU- Warga Perumahan Permata Suryani II, Jalan Nuri, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya bisa bernapas lega setelah mendapatkan bantuan air bersih dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Sulbar.

Bantuan tersebut diberikan setelah warga mengalami kesulitan air bersih selama hampir satu bulan akibat musim kemarau panjang yang membuat aliran air tidak lagi mengalir.

Selama masa krisis air, sejumlah warga mengaku harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ada yang membeli air, bahkan sebagian warga terpaksa menumpang mandi di masjid.

Baca juga: 27 Personel Satlantas Polres Mamuju Tengah Atur Lalu Lintas di Kawasan Sekolah Setiap Pagi

Baca juga: Damkar Polman Kerahkan 2 Unit Armada Siram Sawah Petani Kekeringan di Musim Kemarau

Salah seorang warga, Misra, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran petugas Damkar yang datang langsung mendistribusikan air bersih.

"Kami sangat bersyukur karena ada bantuan air dari Damkar. Selama ini kami kesulitan, bahkan harus mencari air untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya, Senin (27/7/2026)

Menurutnya, kondisi kekeringan membuat warga kesulitan melakukan aktivitas dasar seperti memasak, mencuci, hingga kebutuhan ibadah.

"Kami berharap bantuan seperti ini bisa terus dilakukan selama air belum normal kembali," katanya.

Keluhan warga tersebut kemudian mendapat respons dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Sulbar.

Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Provinsi Sulbar, Andi Junaedi, mengatakan pihaknya turun menyalurkan bantuan setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Keluhannya, masyarakat di sini sudah satu bulan airnya tidak mengalir," kata Andi Junaedi kepada Tribun-Sulbar.com.

Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh musim kemarau yang masih berlangsung.

Sebagai bentuk bantuan, Damkar Sulbar mengerahkan armada untuk membawa sekitar 15.000 liter air bersih ke kawasan BTN Permata Suryani II.

Air tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang terdampak kekurangan air.

"Rata-rata hampir semua masyarakat yang ada di BTN ini terdampak kekurangan air," ungkap Andi.

Ia menjelaskan, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat karena digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak hingga beribadah.

Andi berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban warga selama menghadapi dampak kemarau dan belum normalnya distribusi air bersih.

Warga pun berharap pemerintah dapat mencari solusi agar persoalan kekurangan air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.