Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama, Senin (27/7/2026), di zona merah.
Menurut pantauan Liputan6.com, hingga pukul 12.16 WIB, IHSG ditutup melemah 22,50 poin atau 0,36% ke level 6.173.
Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak cukup fluktuatif. Indeks sempat menguat hingga 22,98 poin pada awal perdagangan sebelum berbalik melemah dan menyentuh penurunan terdalam sebesar 52,15 poin.
Menjelang penutupan sesi pertama, tekanan jual kembali meningkat sehingga IHSG bertahan di area negatif.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 374 saham menguat, 567 saham melemah, dan 375 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai sekitar Rp 7 triliun hingga akhir sesi pertama.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave © dari wave [iv]. Ia mengatakan, mencermati area IHSG di 6.074-6.146 sebagai area koreksinya.
“Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.198-6.222,” ujar Herditya.
Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 6.111,6.007 dan level resistance 6.599,6.705 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance di 6.110-6.380.

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Rekomendasi Teknikal
1.PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Buy on Weakness
Saham BIPI terkoreksi 7,32% ke 152 dan masih didominasi oleh tekanan jual dengan volume yang mengecil. “Saat ini, posisi BIPI diperkirakan berada pada bagian dari wave B dari wave (A),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 134-150
Target Price: 175, 200
Stoploss: below 129
2.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Buy on Weakness
Saham BKSL terkoreksi 4,17% ke 69 dan disertai dengan munculnya volume penjualan. “Kami memperkirakan, posisi BKSL saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C,” tutur dia.
Buy on Weakness: 63-68
Target Price: 75, 82
Stoploss: below 60
3.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness
Saham DEWA terkoreksi 6,36% ke 442 dan disertai dengan munculnya volume penjualan, pergerakannya pun kembali berada di bawah MA200. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi DEWA saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Buy on Weakness: 392-414
Target Price: 510, 550
Stoploss: below 330
4.PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) - Buy on Weakness
Saham RAJA terkoreksi 4,40% ke 870 dan masih didominasi oleh tekanan jual, meskipun volume cenderung turun. “Kami memperkirakan, posisi RAJA sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B],” ujar dia.
Buy on Weakness: 750-870
Target Price: 980, 1,090
Stoploss: below 675.