Musim Kemarau Datang, BPBD Kepahiang Ingatkan Ancaman Karhutla dan Krisis Air Bersih
Rita Lismini July 27, 2026 02:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepahiang mengimbau kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bencana yang kerap terjadi, mulai dari krisis air bersih hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepahiang, Hendra, mengatakan dua bencana tersebut menjadi ancaman yang hampir selalu muncul setiap musim kemarau, terutama di sejumlah wilayah yang rawan. 

"Memasuki musim kemarau ini bencana yang kerap terjadi biasanya krisis air bersih dan kebakaran lahan di beberapa titik di wilayah Kepahiang," kata Hendra pada Senin (27/7/2026). 

Menurutnya, salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus adalah Kecamatan Bermani Ilir karena dalam beberapa tahun terakhir kerap mengalami kebakaran lahan saat musim kemarau. 

"Potensi bencana ini kerap terjadi di beberapa titik wilayah salah satunya Kecamatan Bermani Ilir," ujar Hendra. 

Untuk menekan risiko kebakaran, BPBD terus melakukan langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas saat kondisi cuaca kering. 

"Untuk pencegahan kita selalu memberikan edukasi dan sosialisasi serta imbauan untuk tidak dulu membuka lahan dengan cara membakar," jelas Hendra. 

Selain itu, BPBD juga mengingatkan para pengelola objek wisata alam di Kabupaten Kepahiang agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung selama musim kemarau. 

"Kita juga mengimbau kepada pengelola wisata alam di Kepahiang untuk mengawasi pengunjung agar tidak membuang puntung rokok sembarangan," tambah Hendra. 

Sementara untuk mengantisipasi krisis air bersih yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, BPBD telah menyiapkan langkah penanganan dengan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.  

Pihaknya juga membuka peluang berkoordinasi dengan daerah tetangga apabila diperlukan tambahan pasokan air. 

"Menghadapi krisis air bersih di beberapa titik ini daerah tetangga dapat membantu, dan upaya kita juga dengan membantu suplai air melalui mobil tangki," pungkas Hendra.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.