SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang masih menghadapi keterbatasan jumlah kamera pengawas (CCTV) untuk menunjang keamanan dan pengawasan di ruang publik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palembang, Kemas Haikal, mengungkapkan berdasarkan hasil kajian kebutuhan, Kota Palembang idealnya memiliki sekitar 3.800 titik CCTV yang tersebar di berbagai lokasi strategis.
Namun hingga saat ini, jumlah CCTV yang telah terpasang baru mencapai 82 titik.
"Sebanyak 3.800 titik merupakan jumlah ideal berdasarkan kajian yang ada. Saat ini baru tersedia 82 titik, padahal CCTV ini sangat dibutuhkan," ujar Kemas Haikal kepada Sripoku.com, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, puluhan CCTV tersebut telah dipasang di sejumlah fasilitas publik, seperti masjid, puskesmas, taman kota, taman bacaan, hingga kawasan perbatasan Kota Palembang.
Selain itu, kamera pengawas juga telah dipasang di beberapa lokasi dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat, termasuk kawasan bawah Jembatan Ampera.
"Di bawah Ampera sudah ada," katanya.
Kemas menjelaskan, penambahan titik CCTV dilakukan melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Ke depan, Pemkot Palembang menargetkan pemasangan CCTV dapat diperluas sehingga mampu menjangkau lebih banyak kawasan dan dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana pemantauan.
"Dengan koordinasi OPD terkait, masyarakat juga nantinya bisa mengaksesnya," jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mendorong penambahan pemasangan CCTV di berbagai titik strategis sebagai upaya meningkatkan keamanan kota.
Menurut Ratu Dewa, keberadaan CCTV dinilai penting untuk mencegah tindak kriminalitas, aksi premanisme, hingga perusakan fasilitas umum.
Ia menyebut seluruh kamera pengawas yang dipasang harus dipastikan berfungsi dengan baik dan terhubung langsung ke Command Center agar proses pemantauan dapat dilakukan secara real time.
"Seluruh CCTV yang dipasang sudah berfungsi dan langsung terkoneksi dengan Command Center. Dengan begitu, aktivitas warga maupun wisatawan dapat terpantau sekaligus mencegah tindak kriminal," ujar Ratu Dewa.
Kebijakan penambahan CCTV tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai keluhan masyarakat mengenai maraknya aksi kejahatan jalanan, terutama praktik pemalakan di sejumlah titik keramaian.
"Harapan saya, pemasangan CCTV ini bisa menekan angka kejahatan, terutama aksi premanisme yang meresahkan warga," pungkasnya.