Kendaraan Masuk Makin Berkurang, Dishubperkim Sosialisasi KIR hingga Turun ke Jalan Bareng Polantas
Ardhina Trisila Sakti July 27, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.CON, BANGKA — Pengujian kelayakan kendaraan bermotor di balai KIR Kabupaten Bangka Barat makin hari makin berkurang jumlahnya.

Padahal, pelayanan KIR tersebut gratis alias tidak dipungut biaya apapun sejak beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishubperkim) Bangka Barat, Aidin Setiawan Putera mengatakan bahwa pihaknya telah rutin melakukan sosialisasi perihal pelayanan KIR secara gratis tersebut.

“Sudah kami sosialisasi, apalagi posisinya gratis seperti ini, manfaatkanlah,” ucap Aidin, Senin (27/7/2026).

Langkah sosialisasi tersebut juga dilakukan dalam beberapa kesempatan, termasuk ketika ada operasi dan razia bersama dengan Satlantas Polres Bangka Barat.

“Sering kita lakukan razia kerjasama dengan Satlantas, kami sampaikan soal KIR,” jelasnya.

Menurut Aidin, berkurangnya jumlah kendaraan yang melakukan KIR tersebut karena kebanyakan pemilik kendaraan besar seperti truk berada di pelosok-pelosok desa dan jauh dari balai KIR di Mentok.

“Mungkin kalau ke Mentok ini jauh, mungkin karena faktor itulah,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, saat ini juga jumlah pemilik kendaraan truk dan sebagainya itu sudsh berkurang dan bahyak yang telah beralih profesi jadi petani atau pekebun.

“Kebanyakan yang mau KIR itu ketika dia mau nyebrang. Kalau yang lain-lain mungkin malas mau KIR, apalagi yang jauh kaya di Parittiga, Tempilang,” jelasnya.

Kemudian, menurutnya pula, para pemilik kendaraan truks tersebut tidak melakukan KIR karena beranggapan surat KIR tersebut tidak dipergunakan, apalagi hanya untuk sarana angkut di desa-desa.

“Mungkin kalau cuma angkut-angkut buah sawit, enggak penting juga ada KIR bagi mereka,” sambungnya.

Padahal menurut Aidin, surat uji kelayakan atau KIR ini sangat berguna untuk mengetahui kelayakan kendaraan tersebut.

“Apalagi kalau ada tilang, kalau tidak menunjukkan surat KIR itu, bisa kena tilang dia,” tambahnya.

Lanjut dia, sebelumnya, ketika pelayanan KIR masih bayar, petugas di balai KIR bisa melakukan uji kelayakan kendaraan pernah sampai 10 kendaraan sehari.

“Kalau sekarang ini masih tetap ada yang masuk sehari itu, tapi enggak banyak, paling cuma 2 atau 3,” imbuhnya.

Aktivitas pengujian di balai KIR yang berada komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Barat Barat, Mentok itu tergolong sepi, Senin (27/7/2026).

Kepala Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Permukimam (Dishubperkim) Kabupaten Bangka Barat, Aidin Setiawan Putera mengatakan bahwa jumlah kendaraan yang melakukan KIR tahun ini mengalami penuruanan.

“Untuk KIR dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2026 ini sudah 355 kendaraan yang melakukan KIR,” kata Aidin.

Padahal di tahun sebelumnya, sepanjang tahun 2025 lalu ada lebih dari 800 kendaraan yang melakukan pengujian kelayakan atau KIR.

“Sampai Desember tahun kemarin itu ada sekitar 800 kendaraan yang KIR. Nah ini sampai bulan Juni baru 355,” ucapnya.

Diakui Aidin, pihaknya pun bingung kenapa semakin sedikit masyarakat yang melakukan pengujian kelayakan kendaraannya di balai KIR Bangka Barat.

Padahal kata dia, saat ini pelayanan KIR tersebut sudah gratis dan tidak dipungut biaya.

“Gratis nya udah sejak beberapa tahun lalu, sejak ada aturan dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan-red) dulu,” ujarnya.

Dirinya menduga, penurunan angka pengujian kelayakan kendaraan ini terjadi salah satunya karena peralihah profesi. Masyarakat yang sebelumnya berprofesi menggunakan mobil seperti sopir truk dan lain sebagainya beralih menjadi petani/pekebun.

“Padahal kita sudah sosialisasi, mumpung sudag gratis seperti ini, seharusnya dimanfaatkan lah dengan baik,” imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.