TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Realisasi Belanja APBD pemerintah Provinsi, kabupaten, dan kota di Sulawesi Selatan belum optimal.
Dari seluruh pemerintah daerah, masih terdapat 10 daerah yang realisasi belanjanya berada di bawah rata-rata nasional.
Adapun nilai serapan belanja rata-rata nasional diangka 36,15 persen.
Kabupaten Sinjai menjadi daerah dengan realisasi belanja tertinggi di Sulawesi Selatan, yakni mencapai 50,97 persen.
Disusul Kabupaten Sidenreng Rappang sebesar 49,16 persen.
Data tersebut dipaparkan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni saat memberikan sosialisasi didepan pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Sosialisasi tersebut bertajuk Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Daerah dalam Rangka Mendukung Pencapaian Program Prioritas Pemerintah Kota Melalui Penguatan Tata Kelola Keuangan Daerah uang Akuntabel.
Agenda berlangsung di Hotel Gammara, Jl Metro Tanjung Bunga, Sabtu (25/7/2026).
Daftar serapan belanja APBD Provinsi Sulsel dan 24 kabupaten kota
Rata-rata Nasional: 36,15 persen
Di atas rata-rata nasional
1. Sinjai – 50,97 persen
2. Sidenreng Rappang – 49,16 persen
3. Luwu – 48,49 persen
4. Pangkajene Kepulauan – 48,33 persen
5. Parepare – 46,76 persen
6. Barru – 44,27 persen
7. Bulukumba – 44,10 persen
8. Bone – 43,96 persen
9. Luwu Utara – 43,07 persen
10. Enrekang – 40,51 persen
11. Pinrang – 39,48 persen
12. Jeneponto – 39,06 persen
13. Toraja Utara – 37,07 persen
14. Takalar – 36,95 persen
15. Maros – 36,62 persen
Di bawah rata-rata nasional
1. Kota Palopo – 35,40 persen
2. Kota Makassar – 34,75 persen
3. Kab. Soppeng – 32,97 persen
4. Kab. Kepulauan Selayar – 32,96 persen
5. Provinsi Sulawesi Selatan – 31,69 perdrn
6. Wajo – 31,20 persen
7. Bantaeng – 28,61 persen
8. Tana Toraja – 27,30 persen
9. Gowa – 19,40 persen.
10 Luwu Timur – 15,26 persen. (*)