TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Langkah nyata Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam memperkuat derajat kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif.
Bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Puskesmas Talaga Jaya, serta Pemerintah Desa Luwoo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) UNG melaksanakan kegiatan Tracking TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Desa Luwoo pada Kamis (23/7).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan primer yang berorientasi pada masyarakat.
Fokus kegiatan diarahkan pada penyuluhan, deteksi dini, serta peningkatan pemahaman warga mengenai tuberkulosis (TBC), yang masih menjadi salah satu penyakit menular dengan jumlah kasus cukup tinggi di Indonesia.
Baca juga: Mahasiswa KKN UNG Gorontalo Latih Kader Hutadaa Kesiapsiagaan Ibu Hamil Saat Bencana
Seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PK Desa Luwoo, yakni Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., dr. Siti Rakhmatia P. Th. Kum, M.Biomed., Ns. Nur Ayun R. Yusuf, S.Kep., M.Kep., dan Ns. Sartika, S.Kep., M.Kep.
Pendampingan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan program berlangsung sesuai standar akademik sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Luwoo, Taufik Mohamad Nur, menyampaikan bahwa kontribusi mahasiswa tidak terbatas pada membantu layanan kesehatan, tetapi juga berperan sebagai penyambung informasi kesehatan kepada masyarakat.
Baca juga: FEB UNG Gorontalo Torehkan Prestasi, 2 Prodi Resmi Raih Predikat Akreditasi Unggul
Dalam sesi edukasi, warga memperoleh penjelasan mengenai mekanisme penularan TBC, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, pentingnya melakukan pemeriksaan sedini mungkin, hingga kepatuhan menjalani pengobatan sampai selesai.
Selain itu, masyarakat juga diajak menghapus stigma terhadap penyintas TBC agar siapa pun yang mengalami gejala tidak merasa takut atau malu untuk memeriksakan diri.
"Pengetahuan masyarakat merupakan kunci utama dalam memutus rantai penularan TBC. Karena itu kami berupaya memberikan edukasi yang mudah dipahami, sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala," jelas Taufik.
Selain memberikan penyuluhan, mahasiswa KKN-PK turut mendukung tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dan Puskesmas Talaga Jaya dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Pemeriksaan yang tersedia mencakup pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta skrining kesehatan sebagai langkah promotif dan preventif guna mengenali potensi risiko penyakit sejak dini.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., mengatakan bahwa keikutsertaan mahasiswa merupakan bentuk implementasi peran perguruan tinggi dalam mendukung berbagai program prioritas kesehatan nasional.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, dan UNG menjadi contoh kolaborasi yang mampu memperkuat transformasi pelayanan kesehatan primer di tingkat masyarakat.
"Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan program pemerintah dalam mempercepat penemuan kasus TBC, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan di masyarakat. Pendekatan promotif dan preventif seperti ini menjadi langkah penting, untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan perilaku hidup sehat," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Banyak warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai upaya pencegahan tuberkulosis maupun risiko berbagai penyakit tidak menular. (**)