SURYA.co.id, PASURUAN – Sebuah truk bermuatan kertas melaju tak terkendali dan memicu kecelakaan beruntun di Jalan Raya Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (30/7/2026) pagi.
Dalam insiden yang terjadi di tiga titik tersebut, sejumlah korban dilaporkan meninggal dunia dan mengalami luka-luka.
Truk yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya itu menghantam sejumlah kendaraan, menerobos median jalan, hingga menabrak rumah warga di sisi barat jalan.
Hingga kini, Satlantas Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan. Polisi mengumpulkan berbagai bukti, mulai dari rekaman CCTV, keterangan saksi, hingga hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Jauhar Rizqullah Sumirat menjelaskan, kecelakaan bermula sekitar pukul 05.45 WIB.
Saat itu, truk bermuatan kertas melaju dari arah Malang menuju Surabaya. Berdasarkan pemeriksaan awal dan rekaman kamera pengawas, kendaraan diduga mengalami masalah saat melintas di kawasan depan pabrik Indofood, tidak jauh dari SPBU Gempol.
Baca juga: BREAKING NEWS Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun dan Korban Jiwa di Gempol Pasuruan
"Dari rekaman CCTV terlihat kendaraan melaju dari arah selatan ke utara. Diduga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga menabrak truk boks yang berada di depannya," ujar Jauhar.
Benturan pertama membuat truk boks yang ditabrak kehilangan keseimbangan. Kendaraan tersebut kemudian melompati median jalan dan masuk ke jalur berlawanan arah.
Di titik pertama, truk menghantam sebuah mobil tangki air dan dua sepeda motor yang melaju dari arah Surabaya menuju Malang.
Namun, kendaraan tersebut belum berhenti. Truk masih terus bergerak dan kembali menabrak kendaraan lain di depannya.
Benturan kedua membuat kendaraan yang tertabrak kembali terdorong melewati median jalan hingga masuk ke jalur berlawanan.
Pada titik kedua ini, truk bahkan masuk ke area pekarangan warga dan sempat melindas sepeda motor.
Setelah itu, kendaraan masih melaju hingga akhirnya menghantam deretan rumah warga di sisi barat jalan.
"Pada titik ketiga kendaraan baru berhenti setelah menabrak beberapa rumah warga," jelas Jauhar.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya lima rumah mengalami kerusakan akibat kerasnya benturan.
Proses evakuasi kendaraan dan pengemudi berlangsung cukup lama karena sopir truk terjepit di dalam kabin yang mengalami kerusakan parah.
Petugas gabungan menggunakan alat berat untuk mengeluarkan pengemudi sekaligus mengevakuasi kendaraan dari lokasi kejadian.
Polisi bersama Basarnas, BPBD, PLN, dan sejumlah instansi terkait juga melakukan pengamanan area untuk mencegah risiko lanjutan, terutama akibat kerusakan fasilitas umum dan tiang listrik.
"Kami dibantu Basarnas, BPBD, PLN, serta stakeholder lainnya untuk mengamankan aset di sekitar lokasi agar proses evakuasi berjalan aman," kata Jauhar.
Setelah seluruh kendaraan dievakuasi, polisi akan melanjutkan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan melakukan olah TKP.
Satlantas Polres Pasuruan juga berencana melibatkan tim Polda Jawa Timur untuk melakukan analisis kecelakaan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA).
"Kami mengedepankan Scientific Crime Investigation. Seluruh bukti, mulai dari rekaman CCTV, keterangan saksi, hingga hasil olah TKP akan dianalisis untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan," tegasnya.
Selama proses evakuasi berlangsung, jalur nasional Surabaya-Malang mengalami kepadatan.
Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow serta mengalihkan sebagian kendaraan menuju jalan tol untuk mengurai kemacetan.
Masyarakat yang hendak melintas dari arah Surabaya maupun Malang diimbau menggunakan jalur alternatif atau jalan tol hingga proses penanganan kecelakaan selesai.
"Kami mengimbau pengguna jalan untuk sementara menggunakan jalan tol sampai proses penanganan di lokasi selesai," pungkas Jauhar.