Karhutla di Kalteng 727 Kejadian, 1.184 Hektare Terbakar Kabut Asap Mulai Terasa di Palangka Raya
Sri Mariati July 27, 2026 03:50 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kalimantan Tengah. Hingga akhir Juli 2026, ratusan kejadian karhutla tercatat terjadi di sejumlah wilayah dengan luas area terbakar mencapai lebih dari seribu hektare. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah, periode 1 Januari hingga 26 Juli 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 3.863 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Kalteng. 

Dari jumlah tersebut, tercatat 727 kejadian karhutla dengan luas area terdampak mencapai 1.184,44 hektare berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota. 

Sejumlah daerah mencatat kejadian karhutla cukup tinggi. Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 125 kejadian dengan luas terbakar mencapai 234,2 hektare. 

Kemudian Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat 65 kejadian dengan luas 114,5 hektare, Kabupaten Pulang Pisau 24 kejadian dengan luas 110,3 hektare, serta Kabupaten Seruyan sebanyak 33 kejadian dengan luas 84,1 hektare. 

Sementara untuk wilayah Kota Palangka Raya, tercatat 248 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 150,5 hektare. 

Di tengah meningkatnya aktivitas karhutla tersebut, berdasarkan pantauan TribunKalteng.com kondisi udara di Kota Palangka Raya mulai dirasakan berbeda oleh masyarakat.  

Kabut asap mulai terasa di sejumlah wilayah dan membuat kualitas udara terasa kurang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan. 

Selain itu, udara tampak berkabut dengan jarak pandang yang sedikit berkurang dibandingkan kondisi normal.  

Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya kejadian karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.  

Tim gabungan masih melakukan penanganan terhadap sejumlah titik kebakaran untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak yang ditimbulkan. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPB-PK Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib mengatakan, kondisi cuaca panas dan berkurangnya sumber air menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla saat ini. 

Menurutnya, pemadaman terus dilakukan melalui upaya terpadu dengan melibatkan berbagai unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla Kalimantan Tengah. 

"Pemadaman dilakukan melalui upaya terpadu melibatkan semua unsur di bawah koordinasi Satgas Karhutla Kalteng," kata Ahmad Toyib kepada Tribunkalteng.com, Senin (27/7/2026). 

Ia menjelaskan, selain melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran, pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas yang muncul di wilayah Kalteng. 

Untuk mendukung penanganan di lapangan, saat ini terdapat 4 unit helikopter yang disiagakan.  

Baca juga: Palangka Raya Kalteng Mulai Dikepung Kabut Asap, Luas Karhutla Capai 54 Hektare, SOB Angkat Suara

Baca juga: Karhutla Tumbang Nusa Belum Padam, Api Meluas Bakar 60 Hektare dan Mengarah ke Tanjung Taruna

Sementara jumlah personel gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla tercatat sebanyak 94 orang. 

Ahmad Toyib menambahkan, upaya pencegahan juga terus dilakukan untuk menekan munculnya titik api baru. 

"Antisipasi yang kami lakukan dalam bentuk imbauan larangan membakar lahan, sosialisasi melalui siaran keliling, dan pemadaman melalui upaya terpadu melibatkan semua unsur di bawah koordinasi Satgas Karhutla Kalteng," ujarnya. 

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama saat kondisi kemarau dengan suhu panas dan ketersediaan air yang mulai berkurang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.