TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kebakaran hebat yang melanda kawasan Tanjung Rumbia Hulu RT 14, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (27/7/2026) dini hari, menyisakan kisah pilu bagi Hasan (70).
Pria lanjut usia itu berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api yang menghanguskan empat rumah dan satu kios, namun tidak sempat membawa satu pun barang berharga miliknya.
Hasan hanya keluar dengan pakaian yang melekat di tubuhnya.
Seluruh harta benda yang selama ini dimiliki ludes terbakar bersama rumahnya.
Baca juga: Kebakaran di Tanjung Selor Kaltara Hari Ini, 5 Bangunan Ludes Terbakar saat Hujan Deras
Dikutip dari TribunKaltara.com, Hasan masih terduduk di siring pinggir sungai tepat di depan rumahnya sambil menatap puing-puing bangunan yang telah berubah menjadi arang.
Ia menduga kebakaran tersebut dipicu gangguan listrik saat hujan deras disertai petir melanda kawasan Tanjung Selor menjelang waktu Subuh.
"Kayaknya itu apinya karena listrik. Pas ada petir besar itu kan waktu hujan deras langsung mati lampu kami, terus ada macam menyala mungkin kena sambar petir atau bagaimana. Begitu meledak itu langsung juga ada api muncul," ujar Hasan.
Hasan mengatakan, dirinya terbangun setelah mendengar suara petir yang sangat keras.
Baca juga: 5 Kios Pasar Mandiri Muara Jawa Kukar Hangus saat Kebakaran Diri Hari Tadi
Saat itu, listrik di rumahnya tiba-tiba padam, sementara rumah di sekitar lokasi masih dalam kondisi menyala.
Tidak lama berselang, api mulai terlihat dari bagian kios yang berada di depan rumahnya.
Kobaran api dengan cepat membesar hingga membuat dirinya tidak sempat menyelamatkan barang apa pun.
"Api duluan muncul dari kios. Saya keluar lihat kios di depan menyala sudah api memang, jadi sudah tidak bisa diselamatkan lagi barang-barangnya," katanya.
Baca juga: Memasuki Musim Kemarau, Damkarmatan Kukar Ingatkan Warga Waspadai Potensi Kebakaran
Saat kejadian, Hasan hanya berada di rumah bersama anaknya.
Melihat api semakin membesar, anak Hasan langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
"Tadi malam saya berdua saja tinggal sama anak saya di rumah. Pas kami lihat ada api, anak saya lah berteriak minta tolong. Alhamdulillah bangun juga tetangga, tapi sudah menyala lumayan besar api di depan rumah," ucapnya.
Hasan mengaku tidak mampu menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah karena api sudah menjalar dengan cepat.
Baca juga: BPBD Kaltim Perketat Pengawasan Karhutla, Masyarakat Diimbau Hubungi 112 Jika Terjadi Kebakaran
"Tidak bisa sudah amankan barang apa-apa, tinggal baju kutang sama sarung di badan saja. Baju yang saya pakai sekarang ini saja dikasih sama tetangga," ungkap Hasan.
Ia dan anaknya terpaksa keluar melalui pintu belakang karena api sudah merambat dari bagian depan hingga belakang rumah.
"Karena api dari depan langsung ke belakang jadi kami keluar itu cuma bisa lewat belakang saja untuk selamatkan diri. Pokok barang-barang habis semua," sambung Hasan.
Menurut Hasan, kebakaran tersebut menghanguskan lima bangunan yang terdiri dari empat rumah dan satu kios milik kerabatnya.
Baca juga: Kebakaran di Sepinggan Balikpapan, Proses Pemadaman Terhambat karena Banyak Warga Menonton
"Ada lima yang terbakar, empat rumah sama satu kios ini punya ipar saya. Untungnya ada damkar juga membantu jadi tidak makin luas apinya, kalau tidak ada mungkin lebih dari lima," katanya.
Beruntung, petugas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak merambat lebih luas ke bangunan lain.
Untuk sementara waktu, Hasan akan tinggal di rumah anaknya sambil menunggu kondisi kembali pulih.
"Untuk sementara ini saya tinggal di rumah anak saya yang lain saja dulu, jadi ada tempat untuk tinggal lah dulu sementara," pungkasnya. (*)