TRIBUNKALTARA.COM - Simak harga BBM di Kalimantan Utara (Kaltara) pada Senin (27/7/2026), pengendara antre pertalite di SPBU Jl Sengkawit, Tanjung Selor.
Berdasarkan pantuan pda laman mypertamina.id, harga BBM hari ini, Senin (27/7/2026) di Kaltara tidak mengalami perubahan.
Harga BBM di Kaltara tetap mengacu pada perubahan harga per 1 Juli 2026 lalu.
BBM nonsubsidi jenis pertamax di SPBU Kaltara dijual dengan harga Rp17.000 per liter, sedangkan Pertamax Turbo Rp20.150 per liter.
Untuk Dexlite seharga Rp20.550 per liter dan Pertamina Dex dibanderol Rp22.100 per liter.
Antrean kendaran untuk mengisi BBM jenis pertalite terjadi di SPBU Jl Sengkawit, Tanjung Selor, pukul 14.00 WITA.
Di SPBU tersebut, stok pertalite dan pertamax tersedia, begitu pula dexlite. Namun untuk solar persediaan telah habis.
Pengendara motor asal Tanjung Selor, Novri memilih mengisi BBM jenis pertalite di SPBU tersebut.
Meskipun harus menunggu hingga 30 pengantre, ia merasa harga pertalite lebih terjangkau, yakni Rp. 10.000 per liter untuk penggunaan harian.
"Saya isi pertalite, full dapat Rp28 ribu. Kalau mau tidak antre ya isi pertamax, tapi harganya lebih tinggi," kata Novri.
Antrean ini menurutnya menjadi pemandangan biasa yang terjadi saat mengisi BBM siang hari di SPBU Jl Sengkawit.
"Itu biasa memang antre BBM subsidi siang hari. Kalau mau sepi, antrean tidak panjang, ya jam 9 pagi lah," ucapnya.
Baca juga: Update Harga BBM Minggu 26 Juli 2026, Cek Ketersediaan Pertalite, Pertamax, dan Solar di SPBU
Harga BBM di Kalimantan Utara berbeda dengan daerah tetangga seperti Kalimantan Timur.
Di Kaltim harga BBM nonsubsidi cenderung lebih murah ketimbang Kalimantan Utara.
Pertamax per liter di Kaltim harganya Rp16.650, Dexlite Rp20.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.650 per liter.
Bagi masyarakat yang sedang berada di Tanjung Selor, ada 4 SPBU di ibu kota Kaltara yang bisa menjadi pilihan untuk mengisi BBM.
Umumnya SPBU di Tanjung Selor tidak ada yang buka hingga 24 jam. Pastikan untuk mengetahui informasi ketersediaan BBM, SPBU bisa tutup sewaktu-waktu tergantung pasokan minyak.
1. SPBU Prima Agung Raya Sengkawit
Alamat: Tj. Selor Hilir, Kec. Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara 77216
2. SPBU PT AMB - Dekat Pelabuhan Speed
Alamat: Jl. Sabanar Lama, Tj. Selor Hilir, Kec. Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara 77211
3. SPBU Tepian Sungai Kayan
Jl. Katamso Tj. Selor Hilir, Kec. Tj. Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara 77212
4. SPBU KM 2
Jl. Ahmad Yani, Jelarai Selor, Kec. Tj. Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara 77215
5. PERTASHOP Tanjung Selor
Jl. Rambutan, RT.026/RW.10, Tj. Selor Hilir, Kec. Tj. Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara 77212
1. SPBU Mulawarman
Jl. Mulawarman, Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
2. SPBU Gunung Lingkas
Jl. Kusuma Bangsa, Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
3. SPBU Juata Kerikil
Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
4. SPBU Ladang
Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
5. SPBU Kampung Empat
Kampung Empat, Keamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Pemerintah membuka peluang harga minyak non subsidi seperti Pertamax dan yang lainnya bisa turun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi bisa saja terjadi apabila tren harga minyak mentah dunia terus melemah.
Kepastian itu disampaikan usai melaporkan kondisi pasokan energi kepada Presiden Prabowo Subianto setelah Sidang Paripurna di Istana Negara, Senin (21/7/2026) malam.
Pemerintah menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan harga untuk BBM bersubsidi.
"Kenaikan terhadap BBM Subsidi Insya Allah tidak ada kenaikan," kata Bahlil
Sementara untuk BBM nonsubsidi Pertamax, pemerintah membuka peluang penurunan harga kalau tren harga minyak mentah dunia mengalami penurunan. Namun sebelum mengambil keputusan, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak global.
"Ada potensi untuk jenis BBM ketika harga dunia turun, kita sudah minta kepada badan usaha swasta termasuk Pertamina untuk melakukan penyesuaian, ungkapnya.
Selanjutnya Kementerian ESDM berencana menggelar rapat bersama Pertamina dan badan usaha penyedia BBM untuk menyusun formulasi harga yang adil bagi masyarakat.
pertalite: Rp 10.000
Pertamax: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 20.150
Pertamax Green 95: -
Biosolar Subsidi: Rp 6.800
Dexlite: Rp 20.550
Pertamina Dex: Rp 22.100
(*)
(TribunKaltara.com / Cornel Dimas SK)