Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Di tengah pesatnya pengembangan Pelabuhan Patimban di Subang, keberadaan Pelabuhan Cirebon ternyata dinilai masih memegang peran penting dalam mendukung distribusi logistik dan perdagangan antar pulau.
Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mendorong agar pelabuhan bersejarah tersebut kembali dioptimalkan, bukan untuk menjadi pesaing Patimban, melainkan sebagai pelabuhan pendukung (feeder) yang saling melengkapi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan, pemerintah daerah telah menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
Aspirasi itu juga disampaikan saat kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Kota Cirebon pada 18 Juni 2026 lalu.
"Harapannya Pelabuhan Cirebon bisa kembali dioptimalkan, bukan sebagai pesaing Patimban, tetapi saling menguatkan, termasuk apabila nantinya berperan sebagai pelabuhan pendukung atau feeder," ujar Iing saat diwawancarai media di Kota Cirebon, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, Pelabuhan Cirebon memiliki nilai historis yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan perdagangan di wilayah Pantai Utara Jawa.
Sejak dahulu, pelabuhan tersebut menjadi salah satu simpul penting distribusi barang antarpulau sehingga potensinya masih layak dikembangkan.
Iing menegaskan, meskipun kewenangan pengelolaan pelabuhan berada di tangan pemerintah pusat, Pemkot Cirebon tetap berkepentingan memberikan masukan agar konektivitas logistik di kawasan terus diperkuat.
"Pelabuhan Cirebon memiliki sejarah yang panjang sehingga pengembangannya juga perlu mendapat perhatian," ucapnya.
Ia mengungkapkan, usulan tersebut mendapat respons positif dari Komisi V DPR RI.
Menurutnya, komisi tersebut pada prinsipnya mendukung gagasan untuk mengoptimalkan kembali fungsi Pelabuhan Cirebon.
"Komisi V pada prinsipnya mendukung agar Pelabuhan Cirebon dapat kembali dioptimalkan, bukan untuk bersaing dengan Patimban, melainkan saling melengkapi," katanya.
Iing juga mencontohkan, bahwa aktivitas logistik di Pelabuhan Cirebon sebenarnya masih terus berjalan.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Perum Bulog untuk mendukung distribusi beras ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa.
"Salah satu yang sudah dilaksanakan adalah Bulog sekarang sudah melalui Pelabuhan Cirebon untuk penyebaran, pengiriman komoditas beras ke luar Pulau Jawa," katanya.
Optimisme terhadap masa depan Pelabuhan Cirebon juga tercermin dari peningkatan aktivitas bongkar muat.
Berdasarkan data PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Cirebon, arus barang (throughput) hingga April 2026 mencapai sekitar 1,35 juta ton, meningkat sekitar 397 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 1,06 juta ton.
Peningkatan tersebut didorong oleh beragam komoditas yang dilayani Pelabuhan Cirebon, mulai dari batu bara, jagung, pasir kuarsa, semen curah, gypsum, laterite, copper slag, minyak sawit, aspal, tepung, hingga komoditas beras.
Dengan potensi tersebut, Pemkot Cirebon berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan Pelabuhan Cirebon agar mampu memperkuat sistem logistik nasional bersama Pelabuhan Patimban, bukan sebagai pesaing, melainkan sebagai mitra yang saling melengkapi.