Usai Dirujak Netizen, Asnawi Mangkualam Buka Suara: Saya Tidak Pernah Menghina Surabaya
Wiwit Purwanto July 27, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Asnawi Mangkualam akhirnya memberikan klarifikasi setelah menuai sorotan akibat kritiknya terhadap fasilitas hotel yang digunakan Port FC selama mengikuti Piala Presiden 2026 di Surabaya. Kapten Timnas Indonesia itu menegaskan protesnya ditujukan kepada penyelenggara, bukan kepada Kota Surabaya maupun klub peserta.

Pernyataan Asnawi sebelumnya memicu beragam respons di media sosial. Sebagian warganet menilai kritik tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap tuan rumah.

Namun, pemain kelahiran Makassar itu menegaskan bahwa masukan yang disampaikannya murni berangkat dari kebutuhan operasional tim profesional demi menunjang performa selama mengikuti turnamen.

Kritik Ditujukan untuk Penyelenggara, Bukan Kota Surabaya

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Senin (27/7/2026), Asnawi Mangkualam meminta masyarakat lebih cermat dalam menerima informasi sebelum menarik kesimpulan.

Baca juga: Pemain Port FC Asnawi Mangkualam Keluhkan Fasilitas Panpel Piala Presiden 2026 Menjelang Laga di GBT

Menurut pemain Port FC itu, kritik yang disampaikannya merupakan bentuk masukan berdasarkan pengalaman yang dirasakan seluruh tim selama mengikuti Piala Presiden 2026.

Ia juga mengingatkan bahwa Port FC datang ke turnamen pramusim tersebut dengan status sebagai juara bertahan.

"Saya tidak pernah menghina kota maupun klub. Ini ditujukan kepada pihak penyelenggara, bukan kepada kota atau klub," kata Asnawi Mangkualam, Senin (27/7/2026).

Asnawi menjelaskan, hotel yang ditempati tim sebenarnya memiliki fasilitas yang baik untuk keperluan menginap atau berlibur.

"Tetapi kurang sesuai untuk kebutuhan operasional tim sepak bola dengan total pemain yang cukup banyak," ucapnya.

Baca juga: Port FC Menang 0-2 dari PSMS Medan, Bruno Moreira Dobel Senang di Laga Pertama Piala Presiden 2026

Menurutnya, kebutuhan tim sepak bola profesional tidak hanya diukur dari kemewahan hotel atau kualitas pelayanan, tetapi juga fasilitas penunjang latihan dan pemulihan kondisi pemain.

"Yang jauh lebih penting adalah fasilitas pendukung, terutama gym yang luas dengan peralatan lengkap untuk menunjang recovery dan menjaga performa pemain," tambah Asnawi.

Soroti Fasilitas Gym dan Kenyamanan Istirahat Tim

Selain fasilitas gym, Asnawi juga menyinggung aspek kenyamanan istirahat yang dinilai belum maksimal karena hotel berada di dekat jalur rel kereta api.

"Ini bukan hanya opini saya pribadi, tapi juga yang dirasakan rekan tim saya. Karena saya mewakili tim dalam jumpa pers, maka saya sampaikan agar kedepannya bisa lebih baik," terangnya.

Asnawi berharap kritik yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara agar pelaksanaan turnamen berikutnya semakin profesional dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh peserta.

"Berharap ke depannya dengan euforia tournament sebesar ini, pihak penyelenggara dapat mempertimbangkan hotel yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim. Terutama dari sisi kenyamanan, recovery, dan fasilitas seperti gym," pungkasnya.

Terlepas dari polemik mengenai fasilitas hotel, Port FC tetap mengawali perjuangannya di Grup B Piala Presiden 2026 dengan hasil positif. Tim asal Thailand itu sukses mengalahkan PSMS Medan dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (26/7/2026).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.