TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kawasan ikonik Jalan Braga di Kota Bandung, Jawa Barat kembali menjadi sorotan publik.
Destinasi wisata sejarah dan kuliner terfavorit di Kota Bandung tersebut mendadak dicoreng oleh aksi tidak terpuji sekelompok pemuda yang kedapatan mengonsumsi minuman beralkohol (minol) ilegal di tempat umum.
Peristiwa "ngerakeun" (memalukan) tersebut terungkap saat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memimpin patroli gabungan pada Sabtu (25/7/2026) malam.
Aksi tidak terpuji itu ditemukan tepat di sebuah pos keamanan lingkungan (pos kamling) kawasan Kelurahan Braga.
Tempat yang seharusnya difungsikan untuk menjaga keamanan warga dan wisatawan justru disalahgunakan oleh sekelompok pemuda untuk pesta miras.
Baca juga: Tren Photobooth Koran Menjamur di Braga Bandung, Tawarkan Pengalaman Cetak Foto yang Berbeda
Kendati demikian, ulah nekat mereka dinilai sangat mencoreng citra pariwisata Braga yang saban akhir pekan dipadati ribuan wisatawan.
"Temuan menarik, ngerakeun, ya. Makanya konsumsi alkohol ilegal ini betul-betul mesti kita berantas, ngerakeun pisan, jadi saya juga malu ceritanya."
"Pemuda masuk ke pos kamling bukannya menjaga, malah mabuk, itu ada di Braga, Kelurahan Braga," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).
"Dan ketika saya cek, ternyata mereka bukan warga Braga. Jadinya, ieu ngerakeun pisan, jadi buat saya itu pukulan yang sangat memalukan. Peredaran dan konsumsi minol ilegal akan kita bongkar habis," tegasnya.
Menanggapi insiden yang mencoreng kawasan Braga tersebut, Pemkot Bandung bergerak cepat memperketat pengawasan peredaran minol ilegal serta zat terlarang di titik-titik rawan. Farhan menegaskan telah berkoordinasi langsung dengan BNN Kota Bandung dan BNN Provinsi Jawa Barat.
Langkah tegas ini diambil mengingat ditemukannya modus operandi baru transaksi narkoba dan obat keras tanpa tatap muka di ruang publik, seperti menempelkan barang pesanan di pohon-pohon taman kota setelah pemesan melakukan transfer.
Pengetatan patroli di kawasan wisata Braga dan sekitarnya dipastikan bakal terus ditingkatkan demi menjamin kenyamanan serta keamanan para wisatawan maupun warga lokal. (*)