Kasus tewasnya Sutrimo, pria yang diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) di rumah dinas eks Jampidsus Febrie Adriansyah, masih menyisakan tanda tanya.
Sutrimo ditemukan meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) di Klinik Mordent Aesthetic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Saat ditemukan, Sutrimo dalam kondisi mulut berbusa dan mengenakan pakaian berwarna hitam. Sementara tubuhnya telah ditutupi kain biru bermotif bunga.
Dikutip dari TribunnewsBogor, sebelum ditemukan meninggal dunia, Sutrimo sempat menelepon kerabatnya pada pukul 05.00 WIB dan kembali menghubungi pada pukul 06.37 WIB.
Dalam percakapan tersebut, ia mengeluhkan kondisi kesehatannya yang sedang sakit.
Namun, tak sampai tiga jam kemudian, kerabat justru mendapat kabar bahwa Sutrimo telah meninggal dunia.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent Aesthetic.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan penyidik juga telah mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi.
"Kita habis cek TKP, terus kita mencoba mencari informasi di sekitar TKP, saksi, dan CCTV," katanya.
Sementara itu, Ketua RT 11, Ima, mengatakan bahwa klinik tersebut sudah lama tidak beroperasi.
"Saya pikir rumah kosong," katanya.
Lokasi klinik diketahui berada tak jauh dari rumah dinas eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Jalan Radio I, Kramat Pela.
Jarak kedua lokasi sekitar 450 meter atau sekitar enam menit jika ditempuh dengan berjalan kaki.
Terkait informasi mengenai pekerjaan Sutrimo, polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
"Masih didalami," kata Budi Hermanto.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sutrimo.
"Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujarnya.
Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut.
Penyidik juga masih mengumpulkan keterangan dari keluarga serta petugas medis untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
"Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum," jelasnya.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.