Festival Durian Bintan 2026 sukses menarik ratusan wisatawan lokal hingga mancanegara. Tak sekadar pesta menyantap durian, acara itu menjadi ajang memperkenalkan durian daun, varietas khas Bintan, ke panggung internasional.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan acara tersebut turut menjadi simbol rasa syukur masyarakat.
"Acara ini lebih dari sekadar pesta atau perayaan panen durian. Ini merupakan simbol rasa syukur masyarakat Melayu sekaligus sarana mempererat persahabatan dan melestarikan warisan budaya," ujarnya saat membuka Pesta dan Festival Durian Bintan 2026 pada Minggu (26/7/2026), seperti dikutip dari .
Selain menyuguhkan panorama alam Bintan dan kekayaan budaya Melayu, festival ini juga menjadi panggung promosi durian daun. Varietas khas Bintan tersebut dikenal memiliki ukuran buah yang lebih kecil dengan duri yang lebih panjang dibandingkan jenis durian lainnya.
Roby menegaskan pemerintah daerah ingin menjadikan durian daun sebagai ikon kuliner yang semakin dikenal wisatawan dunia.
"Kami ingin membawa durian daun, ikon kuliner khas Bintan, ke panggung internasional," kata dia.
Durian daun merupakan varietas durian hutan langka khas Pulau Bintan yang tumbuh alami di kawasan pegunungan seperti Gunung Bintan. Berbeda dengan durian komersial, pohon buah ini memiliki daun unik berbentuk bundar telur terbalik dengan permukaan bawah yang halus, serta ukuran buah cenderung kecil seukuran bola tenis.
Keunikan utama durian itu terletak pada durinya yang panjang, rapat, tetapi bertekstur lembut dan tidak tajam saat dipegang. Di balik kulitnya, durian daun menyimpan daging buah berwarna kuning mentega dengan cita rasa manis gurih yang sangat pekat dan aroma yang kuat, menjadikannya buruan utama para pencinta kuliner ekstrem saat musim panen tiba.
Festival durian Bintang tahun ini diikuti sekitar 650 peserta. Tak hanya wisatawan domestik, acara tersebut juga dihadiri pengunjung dari Malaysia dan Belanda.
Rangkaian kegiatan diawali dengan trekking ke Gunung Bintan. Setelah itu, peserta mengikuti tradisi makan durian bersama dengan duduk melingkar di lantai, sebuah tradisi yang menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.
Menurut Roby, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Bintan semakin diminati sebagai destinasi wisata, baik oleh wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.
Dia optimistis geliat pariwisata tersebut akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Pemerintah Kabupaten Bintan pun berkomitmen terus menggelar berbagai festival dan kegiatan promosi, sembari memperkuat sektor pertanian serta mendukung perkembangan pelaku UMKM.
Roby juga mengajak seluruh masyarakat ikut mempromosikan pariwisata Bintan sekaligus memperkenalkan durian daun kepada lebih banyak wisatawan. Dengan ratusan wisatawan yang rela datang demi menikmati durian langsung di kampung halamannya, durian daun bukan lagi sekadar buah musiman tapi ikon kuliner baru Indonesia yang siap mencuri perhatian dunia.





