Lima polisi Tanjabtim itu menjadi tahanan Propam Propam Polda Jambi. Polisi melakukan pemeriksaan etik lima tersangka.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lima polisi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur jadi tersangka kematian Brigadir Eko Winarno Saputra, Senin (27/7/2026).
Selain mereka, Polda Jambi juga menetapkan seorang warga jadi tersangka.
Misteri kematian Brigadir Eko Winarno Saputra (EWS), anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mulai menemukan titik terang.
Setelah serangkaian penyelidikan dan gelar perkara, Polda Jambi resmi menetapkan enam orang sebagai tersangka.
Yang menjadi sorotan, lima dari enam tersangka merupakan anggota Polri yang bertugas di Polres Tanjung Jabung Timur.
Mereka adalah Aipda MA, Aipda EF, Bripka DHR, Brigadir UJS, dan Bripda EBD. Satu tersangka lainnya merupakan warga sipil berinisial B.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengungkapkan, peningkatan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang dinilai cukup.
"Pada hari Jumat, penyidik telah meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kemudian, pada hari Sabtu, telah menetapkan enam orang tersangka," ujar Erlan kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Daftar Tersangka Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra:
- Aipda MA (Tugas di Tanjung Jabung Timur)
- Aipda EF (Tugas di Tanjung Jabung Timur)
- Bripka DHR (Tugas di Tanjung Jabung Timur)
- Brigadir UJS (Tugas di Tanjung Jabung Timur)
- Bripda EBD (Tugas di Tanjung Jabung Timur)
- Warga sipil berinisial B
Siapa Berbuat Apa?
Meski enam tersangka telah ditetapkan, penyidik belum mengungkap secara rinci peran masing-masing dalam dugaan penganiayaan yang berujung pada tewasnya Brigadir Eko.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi bersama Satreskrim Polres Tanjung Jabung Timur masih membedah rangkaian peristiwa.
Polisi mengurai siapa yang diduga melakukan kekerasan, siapa yang terlibat, hingga bagaimana kronologi sebenarnya sebelum korban meninggal dunia.
"Masih didalami bagaimana perannya, bagaimana keterlibatan masing-masing personel," kata Erlan.
Pendalaman juga menyasar informasi yang berkembang sejak awal penyelidikan, termasuk dugaan keterkaitan dengan penyalahgunaan narkoba maupun kabar bahwa korban sempat mengonsumsi minuman keras sebelum kejadian.
Hingga kini, Polda Jambi belum menyimpulkan ada atau tidaknya hubungan informasi tersebut dengan penyebab kematian Brigadir Eko.
"Masih didalami," ujar Erlan singkat. (Tribun Jambi/Rifani Halim)
Baca juga: Mobil Tangki Solar Industri Kecelakaan Tunggal di Kerinci Jambi
Baca juga: Mobil Travel Terjun ke Sungai Batanghari di Mersam Jambi, 1 Penumpang Perempuan Terjebak