Rangkuman Materi BAB 1 Seni Rupa Kelas 6 SD Semester 1, Prinsip Desain: Keseimbangan dan Penekanan
Ayu Wahyuni July 27, 2026 05:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Inilah rangkuman materi BAB 1 Seni Rupa kelas 6 SD semester 1 Kurikulum Merdeka, Prinsip Desain: Keseimbangan dan Penekanan yang dikutip melalui YouTube Aulia Kharisma.

Materi ini mengajarkan siswa bagaimana menyusun unsur-unsur visual agar sebuah karya seni terlihat indah, menarik, serta mampu menyampaikan pesan kepada orang yang melihatnya.

Dengan memahami prinsip keseimbangan dan penekanan, siswa dapat membuat karya seni yang tidak hanya enak dipandang, tetapi juga memiliki makna.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Halaman 43-44 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Apersepsi

KESEIMBANGAN

Keseimbangan adalah prinsip menyusun unsur-unsur rupa sedemikian rupa sehingga keseluruhan karya terasa stabil, kukuh, dan tidak memberikan kesan "berat sebelah" di salah satu sisi. Sama seperti saat bermain jungkat-jungkit, keseimbangan visual dalam seni rupa mengatur agar pandangan mata kita terbagi secara nyaman ke seluruh bagian karya.

JENIS-JENIS KESEIMBANGAN

  • Keseimbangan simestris
  • Keseimbangan asimestris
  • Keseimbangan radial

Baca juga: Soal BAB 1 Bahasa Inggris Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka, I Studied Last Night but My Sister Didn’t

KESEIMBANGAN SIMESTRIS

Keseimbangan yang tampak sama antara sisi kiri dan kanan, seperti pada gambar wayang.

KESEIMBANGAN ASIMESTRIS

Peletakan komposisi objek dengan ukuran besar dan kecil yang berbeda, namun tetap menghasilkan kesan seimbang.

Contohnya, sebuah lukisan menempatkan batu besar di sisi kiri dan beberapa batu kecil di sisi kanan.

KESEIMBANGAN RADIAL

Yaitu susunan yang menyebar dari satu titik pusat, seperti bunga matahari.

PENEKANAN

Penekanan adalah bagian yang paling menarik perhatian. Hal ini disebabkan warna yang mencolok, ukuran yang besar, atau posisi di tengah. Prinsip keseimbangan dalam seni rupa bukan hanya dari bentuk yang simetris, tetapi dapat dicapai dari distribusi warna, tekstur, dan ruang yang tepat.

Sebuah karya seni tidak hanya tampil indah, tetapi juga dapat menyampaikan pesan. Misalnya, topeng dari Kalimantan memiliki warna dan bentuk yang tidak hanya cantik, tetapi melambangkan roh leluhur. Contoh lainnya, poster lingkungan yang penuh warna kontras dapat menyentuh perasaan dan membuat kita sadar akan pentingnya menjaga alam.

Melalui seni, kita dapat melihat nilai-nilai budaya, sejarah, bahkan nasihat hidup. Hal ini yang disebut konteks visual, cerita, atau makna di balik gambar yang sangat dalam dan penuh makna. "Seni adalah cerminan budaya. Dalam visualnya terkandung nilai-nilai yang diwariskan dan dikomunikasikan lintas generasi." (Djelantik, 1999).

Selamatkan Laut dari Sampah Plastik

Poster ini menampilkan seekor penyu di laut yang penuh sampah plastik. Warna biru laut dipadukan dengan abu-abu sampah menciptakan suasana sedih. Mata penyu dibuat lebih besar dan penuh ekspresi, memberi penekanan emosional. Komposisinya seimbang, tetapi suasana muram memperkuat pesan, laut kita sedang sakit."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.