SRIPOKU.COM, INDARALAYA - Ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ogan Ilir mulai mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Sebanyak 247 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA mendapatkan materi pendidikan, ilmu pengetahuan, serta pembentukan karakter.
Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, yang meninjau hari pertama pelaksanaan MPLS mengungkapkan kekagumannya terhadap proses pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Pendidikan di Sekolah Rakyat adalah sesuatu yang luar biasa. Kita berharap Sekolah Rakyat ini menghasilkan anak-anak yang benar-benar memiliki kemampuan, baik dari segi ilmu pengetahuan, budi pekerti, adab, etika, maupun keagamaan," kata Ardani di sela peninjauan MPLS, Senin (27/7/2026).
Baca juga: Sekolah Rakyat di Kabupaten OKI Sumsel Siap Beroperasi 13 Juli 2026, Tampung 300 Siswa Kurang Mampu
Ardani mengatakan Ogan Ilir merupakan daerah pertama di Sumatera Selatan yang melaksanakan MPLS di Sekolah Rakyat.
"Semoga Sekolah Rakyat ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi percontohan bagi daerah lain di Sumatera Selatan," ujarnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ogan Ilir berdiri di atas lahan seluas 10 hektare dan berlokasi di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ogan Ilir, Sri Susanti, menerangkan bahwa seluruh peserta didik ditempatkan di asrama.
"Ada 247 peserta didik yang terdiri atas tujuh siswa SD, 90 siswa SMP, dan 150 siswa SMA. Untuk jenjang SMA, rinciannya 90 siswa berasal dari Ogan Ilir dan 60 siswa merupakan titipan dari OKU (Ogan Komering Ulu)," terang Sri Susanti.
Ia menjelaskan, MPLS bukan sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi ajang saling mengenal antarsiswa karena mereka akan tinggal bersama selama 24 jam dengan pendampingan guru dan tenaga pendidik.
"Di sini juga dilakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengukuran berat badan. Dengan demikian, diperoleh data kesehatan siswa sebelum dan sesudah masuk Sekolah Rakyat," paparnya.
Selain ilmu pengetahuan, materi yang diberikan juga berfokus pada pembentukan karakter dan kemandirian.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ogan Ilir ditargetkan mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa sehingga menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Pada akhirnya, targetnya sesuai dengan tujuan Bapak Presiden, yakni melalui kecerdasan dapat memutus rantai kemiskinan," kata Sri Susanti.