Penampakan Klinik Terbengkalai di Jaksel Tempat Tewasnya Sutrimo, Beredar Isu Karumga Eks Jampidsus
Moch Krisna July 27, 2026 06:32 PM

 

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Sebuah bangunan klinik kecantikan yang sudah lama terbengkalai di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini terpasang garis polisi. 

Lokasi tersebut menjadi tempat ditemukannya Sutrimo, pria yang tewas secara misterius pada Kamis (23/7/2026).

Bangunan bernama Klinik Mordent yang berlokasi di Jl. Kramat Pela No.208 7, RT 11 RW 11, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tersebut tampak memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan dari Kompas.com, gerbang hitam klinik dalam keadaan terkunci rapat. 

Baca juga: Ini Kata Polisi Soal Sumitro Pria Tewas di Jaksel Disebut Kepala Penjaga Rumah Febrie Adriansyah

 

 

Area halamannya terlihat tak terawat dengan hamparan daun-daun kering serta rumput liar yang tumbuh berserakan di sela-sela paving block.

Kendati tampak seperti rumah kosong tanpa aktivitas, ada sejumlah pemandangan yang menarik perhatian saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan.

Di area halaman klinik yang terbengkalai itu, masih terparkir satu unit sepeda motor Yamaha Mio dengan pelat nomor A 4412 NA yang kemudian diamankan polisi.

Selain itu, meski tak beroperasi, tiga lampu di bagian halaman klinik terpantau masih dalam kondisi menyala.

Warga sekitar pun membenarkan bahwa sudah sejak lama tidak ada aktivitas pelayanan di tempat tersebut.

Ketua RT 11/RW 11 Kelurahan Pulo, Ima, bahkan mengira bangunan tersebut hanyalah rumah kosong biasa.

"Saya pikir ini rumah kosong. Sejauh ini dulu ada yang jaga, tapi akhir-akhir ini saya kurang paham, enggak tahu saya," ungkap Ima.

Ima menceritakan bahwa pada hari kejadian, ia sempat mendengar kabar ada orang pingsan di pinggir jalan dekat lokasi, sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.

"Pas saya mau berangkat itu, tukang ojek bilang ada orang pingsan. Ada orang pingsan di pinggir jalan, sudah dibawa ke rumah sakit. Saya pikir orang lewat yang pingsan, dibawa ke rumah sakit, ya sudah. Saya pikir sudah sembuh orangnya," tutur Ima.

"Pas jam 10-an di sini sudah enggak ada apa-apa," tambahnya.

Baca juga: Sebut Negara Gagal Hadir, Melanie Subono Kritik Soal Kasus Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali

Sebelum ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di halaman klinik, korban dikabarkan sempat menelepon kerabatnya untuk mengeluh sakit sekitar pukul 06.37 WIB.

Saat ditemukan warga di lokasi, dari mulut dan hidung korban dikabarkan mengeluarkan busa.

Korban sempat dilarikan menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

 

Isu Penjaga Rumah Febrie Adriansyah

Penemuan mayat di klinik terbengkalai ini makin menyita perhatian publik setelah akun Instagram @kementerian_kurangajar menyebut korban diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) atau penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Mengenai rumor profesi korban serta penyebab pasti kematian di lokasi tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan intensif.

"Masih didalami," kata Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi terkait status pekerjaan korban, Senin (26/7/2026).

Di tengah maraknya asumsi liar di media sosial mengenai latar belakang korban maupun penyebab kematiannya, pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

"Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut secara proporsional setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Budi.

Guna mengusut tuntas kematian Sutrimo, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan telah turun tangan melakukan penyelidikan mendalam.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengonfirmasi bahwa jajarannya telah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan bukti-bukti pendukung.

"Kita habis cek TKP, terus kita mencoba mencari informasi di sekitaran TKP, saksi, dan CCTV," kata AKBP Iskandarsyah.

Selain mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi, tim penyidik saat ini tengah meminta klarifikasi dari berbagai pihak, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, hingga petugas rumah sakit.

Rekam medis serta riwayat pemesanan ambulans juga tak luput dari pendalaman.

“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” jelas Kombes Budi.

Ia juga menegaskan bahwa penyidik belum bisa memastikan apakah kematian Sutrimo merupakan akibat tindak pidana.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.