TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyiapkan rencana besar bagi salah satu pemain terbaiknya, Lamine Yamal.
Flick mencuatkan wacana menempatkan Yamal tak cuma sebagai winger saja.
Ia ingin mencoba melihat kemampuan Yamal beroperasi di area yang lebih ke tengah atau central.
Sebenarnya hal ini sudah pernah dicoba Flick ketika Barca berhadapan dengan Real Betis di pekan 15.
Yamal benar-benar ditempatkan di posisi nomor 10, tepat di belakang Ferran Torres yang kala itu diplot sebagai false nine.
Hasilnya, Barcelona bisa memenangkan pertandingan dengan skor besar 3-5 atas Betis.
Selain itu, Yamal ikut mencetak satu gol lewat tendangan dari titik 12 pas.
Menurut penilaian Flashscore kala itu, rating Yamal hanya kalah dari Ferran Torres yang mengakhiri pertandingan dengan hattrick alias tiga gol.
Pemain yang kini berusia 19 tahun ini mendapatkan rating 8,2 saat itu.
Sayangnya, eksperimen itu tak berlanjut dan Flick terus menempatkan Yamal di posisi sayap kanan yang memang menjadi keahliannya.
Baca juga: Belanja Rp 3,6 Triliun Belum Cukup, Real Madrid Masih Kejar Rodri demi Akhiri Dominasi Barcelona
Menjelang bergulirnya musim 2026/2027, tanda-tanda Flick akan menempatkan Yamal di posisi lebih ke tengah kembali mencuat, dikutip dari Football Espana.
Kebetulan, beberapa pemain baru yang didatangkan Barcelona di bursa transfer kali ini berposisi sebagai pemain yang gemar bergerak melebar.
Ada Anthony Gordon dan Karim Adeyemi yang baru didatangkan, serta ada juga Raphinha yang menjadi langganan di sektor kiri, tetapi juga bisa digeser sebagai sayap kanan.
Ditambah lagi, tak ada penolakan dari Lamine Yamal soal wacana itu.
Ia hanya menegaskan dirinya siap dan bisa memaklumi itu semua.
Namun pemain asal Spanyol ini tak ingin perpindahan posisi itu dilakukan dalam waktu dekat.
Yamal memandang perpindahan itu akan terjadi dalam beberapa waktu mendatang, bukan tepat saat ini.
Ia mengambil contoh dari seniornya, yang juga dihadapi di final Piala Dunia 2026, Lionel Messi.
Messi mulanya juga gemar menyisir pertahanan lawan dari sektor sayap kanan.
Namun seiring perkembangan permainan dan tim lawan, La Pulga akhirnya digeser agak ke tengah.
Ia membandingkan dirinya dan Messi yang kerap mendapatkan penjagaan ekstra di setiap pertandingan.
Yamal dan Messi akan lebih bisa mengelak dan mengeluarkan magis kemampuannya ketika berada di area tengah lapangan.
Pasalnya di sana lebih tersedia ruang untuk menjalankan berbagai hal dan taktik yang diperlukan.
Sebagaimana yang pernah dilakukan Messi dengan melewati beberapa pemain sekaligus, atau bermain umpan satu dua bersama pemain depan Barcelona lainnya.
"Saya bisa mengalahkan para pemain belakang dengan dribble dari tengah. Saya akan menjadi pemain yang lebih berbahaya jika bermain di tengah daripada di samping," kata Yamal dikutip dari Barca Blaugranes.
"Untuk sekarang, jelas, akan lebih baik bagi saya dan tim untuk saya tetap berada di area samping."
"Namun akan ada masanya saya akan bermain di tengah dan saya pasti akan berada di sana."
"Saya pikir Leo (Messi) juga dijaga tiga pemain. Satu-satunya tempat untuk bisa membebaskan diri dari itu adalah di tengah," paparnya.
(Tribunnews.com/Guruh)