Soal Keributan di Piala Dunia 2026, Dani Olmo Tolak Permintaan Maaf Tim Pelatih Argentina
Muhammad Nursina Rasyidin July 27, 2026 05:31 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Meskipun Piala Dunia 2026 sudah berakhir dengan ditandai Spanyol yang tampil sebagai juara, drama yang terjadi di babak final masih terus berlanjut.

Setidaknya itulah yang terjadi dalam kasus antara pemain Spanyol, Dani Olmo, dengan salah satu tim pelatih Argentina, Roberto Ayala.

Ayala diketahui mendorong salah satu pemain Timnas Spanyol, Dani Olmo, setelah pertandingan selesai.

Ia mengaku sebenarnya tak ada niatan jahat apapun saat mendorong Olmo.

Dirinya sebenarnya hanya ingin memisahkan para pemain dari kedua negara yang panas bertikai di sisi lapangan.

Namun pada akhirnya ia malah mendorong Dani Olmo hingga terjatuh.

"Sepak bola itu bukan cuma permainan, tetapi bisa jadi panggung untuk meluapkan emosi," kata Delta Gonzales selaku konten kreator @deltabicarabola dalam Podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Tebus Rasa Bersalah, Tim Pelatih Argentina Bakal Jabat Tangan Dani Olmo

Ayala sebenarnya sudah memberikan klarifikasi atas insiden tersebut.

Menurutnya, tindakan itu menjadi sesuatu yang tidak dapat dibenarkan.

Legenda hidup tim Valencia itu benar-benar ingin menebus kesalahannya tersebut.

Ia berjanji jika dirinya bertemu dengan Dani Olmo, Ayala akan menjabat tangan pemain Barcelona itu untuk meminta maaf.

"Saya benar-benar minta maaf. Bagi saya, apa yang terjadi di lapangan biarlah tetap berada di sana," kata Ayala dikutip dari Mundo Deportivo.

"Itu adalah sebuah dorongan (kepada Dani Olmo), alih-alih sebuah pukulan, seperti yang disebutkan beberapa pihak."

"Itu adalah reaksi saya dari sesuatu yang diucapkan Olmo, tetapi ya itu saja."

"Jika saya bertemu dengannya lagi, saya akan meminta maaf kepadanya secara langsung," paparnya.

Respons

Baru-baru ini, Dani Olmo, memberikan respons terkait apa yang diucapkan Ayala itu.

Pemain Barcelona ini mengaku tak mau menerima maaf yang datang dari Asisten Pelatih Argentina.

Secara garis besar, Olmo melihat tak ada ketulusan saat Ayala menyampaikan permintaan maafnya.

Sang Asisten Pelatih dianggap masih membenarkan alasannya sendiri untuk mendorongnya di lapangan.

Padahal Olmo mengaku dirinya tak mengucapkan kata-kata apapun kepada sang lawan.

"Seseorang yang mengatakan mereka menyesal tetapi tetap membenarkan sebuah pukulan dengan mengatakan itu hanyalah sebuah respons dari komentar yang dilontarkan, jelas bukan sebuah permintaan maaf, karena dia berbohong," kata Olmo dikutip dari Sportbible.

"Saya tidak mengatakan apa-apa kepadanya, jadi dia tidak perlu meminta maaf sama sekali."

"Apa yang memberikan arti kepada diri kita bukan kesalahannya, tetapi keberanian untuk mengakuinya dengan rendah hati, jujur, dan hormat."

"Namun untung saja, hal yang benar-benar berharga adalah kami bisa menjalani dan mendapatkan trofi Piala Dunia. Dunia melihat itu dan kami adalah juara yang berjuang keras selama turnamen," lanjutnya.

Terlepas dari adanya respons ini, sepertinya keributan antara Dani Olmo dan Roberto Ayala masih berpeluang mencuat lagi imbasnya di masa depan.

Pasalnya FIFA sedang melakukan penyelidikan terkait keributan yang terjadi antara beberapa pemain Argentina yang menyeret juga pemain Spanyol di dalamnya.

Mereka baru akan mengeluarkan hasil penyelidikan itu ke publik ketika semuanya sudah rampung dikerjakan.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.