TRIBUNNEWS.COM - Federico Chiesa memasuki babak baru dalam kariernya di Liverpool. Di tengah masa depan yang masih diselimuti spekulasi, penyerang timnas Italia itu kini menghadapi tantangan baru setelah pergantian pelatih dari Arne Slot ke Andoni Iraola. Meski kontraknya masih berlaku hingga 2028, posisi Chiesa belum sepenuhnya aman di tengah rencana Liverpool mendatangkan pemain sayap anyar.
Penyerang timnas Italia itu kerap dilanda cedera pada musim pertamanya sehingga hanya mendapat sedikit kesempatan bermain dan kesulitan menembus starting XI.
Memasuki musim 2025/2026, menit bermain Chiesa memang meningkat. Namun, ia lebih sering dipercaya sebagai pemain pengganti daripada starter.
Menurut BBC Sport, Chiesa hanya sekali menjadi starter di Liga Inggris dan mencetak lima gol dari 50 penampilan di semua kompetisi.
Pada Juni lalu Chiesa pernah bercerita kepada media Italia, La Gazzette dello Sport bahwa jika dirinya tidak dapat menemukan konsistensi di Liga Inggris, ia akan mencari 'rumah' baru untuk kariernya.
Chiesa pernah mengalami situasi ketika dirinya akan kembali ke Juventus dalam periode transfer musim dingin, namun ketika itu Arne Slot mencegahnya karena Liverpool masih membutuhkannya.
"Liverpool telah memberi tahu saya, dan kemudian negosiasi dengan Juventus tidak terwujud," beber Chiesa.
"Arne Slot memberi tahu saya bahwa saya tidak bisa pergi, mereka membutuhkan saya karena jumlah pemain dalam skuad. Kami berada dalam situasi darurat," sambungnya.
Pada akhirnya, kepindahan ke Juventus batal terwujud sehingga Chiesa tetap bertahan di Anfield.
Kini situasinya kembali berubah setelah Liverpool menunjuk Andoni Iraola sebagai pengganti Arne Slot.
Pada Juli 2026, Iraola mengungkapkan bahwa Liverpool masih berencana merekrut sejumlah pemain pada bursa transfer musim panas.
Mantan pelatih Bournemouth itu tidak menampik bahwa dirinya menginginkan pemain sayap yang solid.
Keinginan Iraola dapat mengancam posisi Federico Chiesa dalam skuad The Reds.
"Ada situasi yang di mana kita perlu merekrut pemain," beber Iraola, dikutip dari Football Italia.
"Misalnya, pemain sayap. Tetapi ada situasi lain yang harus kami analisis, apa yang ditawarkan pasar, biayanya, dan bagaimana kami melihat pemain yang kami miliki."
"Kami memiliki beberapa posisi sulit karena memiliki pemain yang kami percayai cedera. Jadi, itu akan bergantung pada banyak hal," jelasnya.
Terlepas dari spekulasi yang ada saat ini, Federico Chiesa tetap beranggapan positif, ia hanya ingin memberikan yang terbaik di lapangan, sesi latihan, serta menemukan konsistensi demi meyakinkan Iraola bahwa dirinya layak menjadi pilihan utama.
Pada laga uji coba melawan Sunderland pekan lalu, Liverpool sukses menang dengan skor 4-2. Dua dari 4 gol yang dihasilkan anak asuh Iraola dicetak oleh Chiesa.
"Saat ini, saya bahagia di sini, di Liverpool. Saya mencintai klub, para penggemar, dan mencintai segalanya."
"Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa untuk mendapatkan kesempatan bermain di sini. Saat ini, satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah Liverpool," tegasnya.
Situasi tersebut sejatinya tidak jauh berbeda dengan yang ia alami saat masih dilatih Arne Slot. Meski begitu, Chiesa memilih fokus menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Namun bagaimanapun, dengan kondisi yang cukup prima saat ini ia merasa bisa bersaing, dan waktunya melakukan yang terbaik dalam pertandingan.
"Mungkin sudah terlalu banyak awal yang baru. Tapi saya tidak peduli, saya berusaha melakukan yang terbaik untuk Iraola. Musim lalu di bawah Arne Slot, saya juga berusaha melakukan yang terbaik," bebernya.
"Tahun lalu saya merasa siap untuk peran yang lebih besar, tetapi itu tergantung pada pelatih yang memutuskannya, dia yang punya rencana permainan, dan dia pengambil keputusan."
"Saya tidak punya komentar apa pun tentang itu. Ini sepak bola. Tahun ini, bisa dibilang babak baru. Ada pelatih baru dan saya harus fokus pada itu," tutupnya.
(Tribunnews.com/Sina)