Diduga Terjadi Dua Pembegalan di Maron Probolinggo dalam Sehari, Polisi belum Terima Laporan
Dwi Prastika July 27, 2026 06:36 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahsan Faradisi

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Informasi mengenai dua dugaan aksi pembegalan yang terjadi dalam sehari di Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi perhatian warga setelah beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp.

Meski demikian, hingga kini Polres Probolinggo menyatakan belum menerima laporan resmi dari para korban.

Polisi masih melakukan verifikasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Satu di antara korban disebut kehilangan sepeda motor, sementara korban lainnya dikabarkan mengalami luka-luka usai diduga menjadi sasaran pelaku pada Sabtu (25/7/2026).

Aksi pembegalan pertama dialami seorang wanita, namun hingga kini masih belum diketahui identitasnya.

Ia diduga menjadi korban begal di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 01.55 WIB.

Dalam video yang beredar, korban yang mengenakan jaket warna oranye dan berkerudung merah serta celana hitam, tampak sudah berada di Puskesmas Maron.

Sementara korban lainnya adalah Imam, warga Desa Satreyan, Kecamatan Maron, yang bekerja sebagai tukang selep daging pentol di Pasar Maron.

Baca juga: Marak Begal di Lumajang, Bunda Indah Minta Setiap Dusun Pasang CCTV

Biasanya, korban berangkat dari rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB.

Meski sepeda motor jenis Scoopy milik korban dibawa kabur oleh komplotan pelaku yang diduga berjumlah 6 orang, namun, korban memilih tidak melapor ke pihak kepolisian.

Belum Terima Laporan

Polisi hingga kini belum menerima laporan dari warga terkait aksi begal tersebu.

"Adanya informasi (pembegalan) tersebut memang kami dengar. Namun sampai saat ini kami belum menerima laporan resmi dari korban," kata Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwanto, Minggu (26/7/2026).

"Petugas juga masih melakukan verifikasi untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut, sambil menunggu laporan resmi dari korban. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan lagi jika sudah ada hasil atau kepastian kebenarannya," imbuhnya.

Baca juga: Polisi Bekuk 2 Begal Sadis yang Rampas Motor Mahasiswi di Pasuruan, 1 Pelaku Diciduk di Bangkalan

Sementara itu, Moh Maruf, warga Desa Satreyan mengaku mendengar adanya informasi pembegalan yang beredar melalui WhatsApp Grup (WAG).

"Informasinya satu cowok dan satu cewek. Kalau yang cowok katanya sempat pingsan karena dipukul dari belakang. Tapi saya tidak tahu persis warga mana saja, karena hanya lihat di grup WhatsApp saja," ujar Maruf saat dikonfirmasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.