Autopsi Jenazah Rampung, Polisi Dalami Penyebab Pasti Kematian KD
Ida Ayu Suryantini Putri July 27, 2026 07:39 PM

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Proses autopsi terhadap jenazah KD, korban dugaan pengeroyokan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, telah rampung dilakukan pada Senin (27/7/2026).

Kepolisian menyebut autopsi tersebut bertujuan mengungkap penyebab pasti kematian korban sebagai bagian dari proses penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Made Teddy mengatakan, pelaksanaan autopsi dilakukan setelah proses persiapan sejak sehari sebelumnya. Menurutnya, autopsi menjadi salah satu langkah penyidik untuk melengkapi alat bukti dalam pengungkapan kasus. "Untuk melengkapi hasil autopsinya," ucap dia.

Baca juga: Disdikpora Buleleng Tak Segan Beri Sanksi Berat Hingga Pecat Guru Yang Terbukti Lecehkan Siswi

AKP Teddy mengungkapkan, proses autopsi sempat tertunda lantaran pada awalnya keluarga korban belum bersedia memberikan izin.

Polisi kemudian melakukan pendekatan secara persuasif kepada keluarga dengan melibatkan kepala desa setempat.

Setelah diberikan penjelasan, keluarga akhirnya memberikan persetujuan sehingga autopsi dapat dilaksanakan.

"Awalnya dari pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Kita sampaikan secara persuasif, juga melalui kepala desa. Akhirnya beliau berkenan membantu mengomunikasikan dengan pihak keluarga," jelasnya.

Baca juga: Siswi SD di Singaraja Buleleng Bali Diduga Alami Pencabulan oleh Oknum Guru, Polisi Dalami Kasus

Menurut AKP Teddy, proses autopsi berlangsung sekitar tiga jam, melibatkan tim dokter forensik dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) Denpasar.

Namun, ia belum dapat menjelaskan hasil pemeriksaan maupun bagian tubuh korban yang menjadi fokus pemeriksaan karena masih menunggu hasil dari tim dokter forensik.

"Menunggu hasil dari kedokterannya saja," ucapnya.

Sementara itu, terkait perkembangan penyidikan, AKP Teddy mengatakan hingga kini polisi masih menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Meski demikian, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan intensif dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka dapat bertambah apabila ditemukan alat bukti baru.

"Tergantung dari hasil pengembangan pemeriksaan kami," tandasnya. (*)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.