TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga kasus pengeroyokan berujung kematian viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir ini.
Dua diantaranya tuduhan pencurian.
Satu diantara korban adalah Anggota TNI aktif.
Berikut dirangkum Tribunnews.com, Senin (27/7/2026):
Anggota TNI ADA Prada Arif Budi Sampurna (ABS) tewas dikeroyok massa di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (19/7/2026).
Korban merupakan anggota satuan Yon TP 804/Nabire, Papua yang berada di Tangerang tanpa kepentingan dinas.
Polisi mengungkap detik-detik tewasnya anggot ABS (21).
Berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman kamera pengawas (CCTV), peristiwa itu bermula dari cekcok akibat rebutan antrean sate taichan.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan di Serpong, Jumat (24/7/2026), mengatakan saat itu kelompok pelaku tengah memesan empat porsi sate taichan.
Namun, korban yang saat itu tengah bersama dua temannya, menganggap pesanan tersebut merupakan miliknya sehingga terjadi adu mulut.
"Jadi awal mula cekcok hingga kemudian ada beberapa orang yang memukul pertama, kemudian kejar-mengejar hingga pada akhirnya di satu jalan raya korban dilakukan penusukan sebanyak 10 tusukan, terdiri dari lima tusukan di depan dan lima tusukan di belakang," kata AKP Wira Graha Setiawan.
Seorang pria berinisial KD dikeroyok warga diduga hendak mencuri ayam milik orang lain.
Pengeroyokan terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat, 24 Juli 2026 dini hari.
Sebelumnya warga telah resah karena belakangan kerap kehilangan hewan ternaknya, khususnya ayam aduan.
Massa juga membakar sepeda motor yang diduga milik KD.
Polisi tidak hanya menyelidiki dugaan pencurian, tetapi juga mendalami dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan kematian terduga pelaku.
"Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati terduga pelaku telah meninggal dunia," ujar Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, Sabtu (25/7/2026), dilansir dari Tribun Bali.
Setiawan dituduh mencuri sepeda motor di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 21.00 Wita tersebut.
Peristiwa itu sempat terekam dalam video dan beredar luas di media sosial itu kini masih dalam penyelidikan Polres Morowali.
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini memastikan pria yang menjadi korban dugaan pengeroyokan tersebut telah meninggal dunia.
Polisi juga masih terus mendalami motif kasus pengeroyokan.
Setiawan (33) adalah warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Dia merantau ke Morowali, Sulawesi Tengah, untuk bekerja.
Ia dikenal sebagai pribadi yang baik oleh warga di kampung halamannya.
Pria kelahiran Sinjai, 24 Januari 1993 itu meninggalkan seorang istri.
Kepala Desa Kompang, Ansar, mengatakan Setiawan merupakan anak kedua dari lima bersaudara dan menjadi tulang punggung keluarga.
“Beliau (Setiawan) tulang punggung keluarga kasian,” kata Ansar kepada Tribun-Timur.com, Senin (27/7/2026).
Menurut Ansar, Setiawan selama ini turut membiayai kebutuhan adik-adiknya setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.
“Ibunya meninggal pada 2011. Sedangkan ayahnya meninggal pada Januari 2026,” ujarnya.
Sumber: Tribun Tangerang/Tribun Bali/Tribun Timur