Target Tingkatkan Kesejahteraan dan Perkuat Ekonomi Pesisir, Nelayan Bakal Punya KNMP
Ajie Gusti Prabowo July 27, 2026 05:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mulai merealisasikan program prioritas nasional melalui pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai pada tahun 2026. Program tersebut menjadi langkah awal membangun kawasan nelayan modern yang mengintegrasikan aktivitas penangkapan, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan dalam satu ekosistem. Kehadiran KNMP ditargetkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional sekaligus memperkuat ekonomi pesisir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Dedy Yuni Hardi, mengatakan pembangunan KNMP merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Koperasi. Kabupaten Bangka Selatan menjadi daerah yang mendukung pelaksanaan program prioritas nasional tersebut melalui pembangunan kawasan nelayan modern di Desa Tukak. 

Saat ini proses pembangunan masih terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. "Alhamdulillah Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2026 ini mendukung prioritas nasional, yaitu Koperasi Nelayan Merah Putih," kata Dedy Yuni Hardi, Senin (27/7).

Dedy Yuni Hardi menjelaskan, KNMP dirancang sebagai program integrasi ekonomi pesisir yang menghubungkan nelayan, unit usaha koperasi, hingga pasar dalam satu rantai pasok dari hulu ke hilir. Melalui sistem tersebut, hasil tangkapan nelayan tidak lagi dipasarkan secara terpisah, melainkan dikelola secara kolektif sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik. Konsep itu mampu memperkuat posisi tawar nelayan dalam rantai perdagangan hasil laut.

"Melalui koperasi, hasil tangkapan nelayan dapat dikelola, dipasarkan, dan disalurkan secara terintegrasi sehingga nilai tambah ekonominya kembali ke masyarakat desa," jelas Dedy Yuni Hardi.

Ia menambahkan kawasan KNMP tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemasaran hasil tangkapan, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang usaha perikanan. Fasilitas tersebut meliputi cold storage, peralatan penangkapan ikan, bengkel peralatan nelayan, hingga sarana pengolahan hasil perikanan. Keberadaan fasilitas terpadu itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha nelayan.

"Di dalam kawasan itu tergabung berbagai alat dan bantuan yang dibangun untuk mendukung seluruh aktivitas nelayan dalam satu lokasi," ucapnya.

Dedy Yuni Hardi berharap pembangunan KNMP di Desa Tukak dapat segera selesai sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat pesisir. Saat ini proses pembangunan terus dikebut dengan target rampung pada Juli 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan. 

Setelah selesai, kawasan tersebut akan mulai dipersiapkan untuk mendukung aktivitas koperasi dan pelayanan kepada nelayan. "Pengerjaan kawasan Koperasi Nelayan Merah Putih di Desa Tukak ditargetkan selesai pada Juli 2026 sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan," pungkas Dedy Yuni Hardi. (u1)

Diusulkan Jadi Kampung Modern
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan kembali mengusulkan pembangunan tujuh lokasi Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) kepada pemerintah pusat setelah satu kawasan lebih dahulu dibangun di Desa Tukak. Penambahan kawasan tersebut diharapkan memperluas manfaat program modernisasi sektor perikanan bagi masyarakat pesisir di sejumlah kecamatan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Dedy Yuni Hardi, mengatakan tujuh lokasi yang diusulkan tersebar di empat kecamatan. Masing-masing yakni Desa Kepoh, Kelurahan Ketapang, dan Desa Serdang di Kecamatan Toboali. Lalu, Desa Pasir Putih dan Desa Sadai di Kecamatan Tukak Sadai, Desa Tanjung Sangkar di Kecamatan Lepar, serta Desa Celagen di Kecamatan Kepulauan Pongok. 

Seluruh wilayah tersebut dipilih karena memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang dinilai cukup besar untuk dikembangkan. Usulan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah pembangunan KNMP di Desa Tukak mulai berjalan.

"Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali mengusulkan tujuh pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih di sejumlah kawasan pesisir yang memiliki potensi perikanan cukup melimpah," kata Dedy Yuni Hardi, Senin (27/7).

Menurutnya, apabila tujuh usulan tersebut disetujui, manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi pembangunan fisik kawasan. Program itu juga akan mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Berbagai fasilitas pendukung akan disiapkan untuk menunjang aktivitas usaha perikanan secara berkelanjutan.

"Program Kampung Nelayan Merah Putih bukan hanya membangun kawasan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan nelayan," beber Dedy Yuni Hardi. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.