Jelang Muktamar, PWNU Sumut Belum Tentukan Dukungan dan Ajak Seluruh PCNU Tetap Solid
Randy P.F Hutagaol July 27, 2026 05:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), dalam waktu dekat ini akan menggelar muktamar ke-35 yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Pertemuan besaran per lima tahun sekali ini, akan dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 27 sampai 31 Agustus 2026 mendatang. 

Menjelang Muktamar ke-35 ini, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) diketahui sudah mempersiapkan diri untuk hadir langsung ke Jombang.

Dijelaskan Ketua PWNU Sumatera Utara Dr. KH. Marahalim Harahap, M.Hum, nantinya selain pengurus dari PWNU Sumatera Utara pihaknya juga akan berangkat bersama dengan para pengurus yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se Sumatera Utara. 

"Kita hadir, baik dari pengurus di provinsi maupun yang di seluruh kabupaten/kota," ujar Marahalim, saat ditemui di Kantor PWNU Sumatera Utara, di Jalan Sei Batang Hari, Medan, Senin (27/7/2026). 

Diungkapkan Marahalim, dalam pelaksanaan Muktamar yang dihelat setiap lima tahun sekali bukan hanya personalan pemilihan pemimpin NU.

Namun, lebih luas dari itu dirinya menyebutkan jika melalui Muktamar ini berisikan sejumlah pembahasan untuk menentukan agenda besar ke depannya. 

Menurutnya, Nahdatul Ulama bukanlah merupakan organisasi sosial biasa seperti halnya organisasi-organisasi lainnya.

Lebih dari itu, katanya NU adalah organisasi yang sangat sakral didirikan para muassis (pendiri) yang di dalamnya berisikan ulama-ulama besar. 

"Sehingga perjalanan NU ini kan tetap mereka kawal. Ruhaninya kan mereka kan enggak tidur mengawal perjalanan NU ini. Makany apapun yang terjadi di NU ini, biasanya selesai dengan shalawat badar," katanya. 

Informasi yang didapat, sejauh ini sudah ada beberapa nama bakal calon yang beredar akan mengisi bursa calon Ketua Umum (Ketum) PBNU. Di antaranya, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) petahana, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) yang merupakan Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) Ketua PWNU Jawa Timur. 

Selanjutnya, Nasaruddin Umar Menteri Agama RI yang namanya turut diperbincangkan dalam bursa kuat kandidat pimpinan NU, dan Hery Haryanto Azumi mantan Ketua Umum PB PMII. 

Ketika ditanya perihal nama-nama ini dan ke mana arah dukungan PWNU Sumut, Marahalim mengaku pihaknya sejauh ini belum menentukan akan melabuhkan dukungan ke mana. 

"Ya tentu sebagai ketua PW kan saya berharap kepada seluruh PC NU di Sumatera Utara untuk tetap istiqomah pada harga diri Jam'iyyah Nahdlatul Ulama. Jangan mau suaranya ditukar dengan uang atau sesuatu hal. Mari menatap masa depan NU yang lebih baik ke depan," ungkapnya. 

Menjelang Muktamar, ia melihat memang sudah ada beberapa nama yang diketahui sudah melakukan silaturahmi dan komunikasi kepada semua pengurus termasuk di Sumut. Namun begitu, dirinya mengatakan ia percaya para pengurus khusunya di tingkat kabupaten/kota masih terus dinamis mengikuti perkembangan yang ada. 

"Sampai hari ini, PC-PC NU di Sumut masih dinamis, masih terus mengikuti perkembangan hari per hari, jam per jam, detik per detik. Semua PCNU, PWNU Sumatera Utara masih menerima kunjungan dari seluruh kandidat-kandidat yang ada. Tapi tentunya pada waktunya nanti, PWNU Sumatera Utara akan mengambil sikap, ke mana pilihan yang tepat, menuju jam'iyah yang terus lebih baik ke depan," katanya. 

Dijelaskan Marahalim, sebelum Muktamar nantinya pihaknya juga berencana akan menggelar pertemuan dengan seluruh PC NU di kabupaten/kota terlebih dahulu. Tujuannya, mereka nantinya akan melakukan musyawarah untuk menyatukan sikap pada saat muktamar berlangsung. 

"Dari muktamar ke muktamar terkenal NU ini di Sumatra Utara ini solid. Satu komando dalam rangka mensukseskan muktamar," ucapnya. 

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan terkait pencalonan Ketum PBNU prosesnya berawal dari pengusulan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang berisikan sembilan ulama-ulama besar yang akan dipilih oleh muktamirin. Mereka akan bermusyawarah menentukan siapa Rais 'Aam. 

Katanya, nantinya dalam proses muktamar juga akan berlangsung proses penjaringan para bakal calon Ketum. Dimana, nantinya seluruh PC NU se Indonesia maupun internasional akan memberikan suara siapa nama yang akan diusung. Saat perhitungan, nama-nama yang mendapatkan 99 suara dalam penjaringan bisa lolos menjadi calon.

(mns/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.