Liputan6.com, Jakarta - Pernah mengambil nasi sisa semalam, buah potong, atau mentega dari kulkas? Tetapi, saat dikonsumsi, bau dan rasanya justru seperti kulkas? Padahal makanan tersebut belum basi dan masih layak dikonsumsi.
Masalah ini cukup umum terjadi. Banyak orang mengira penyebabnya adalah kulkas yang kotor, padahal makanan bisa menyerap aroma di dalam kulkas meski tidak ada bahan makanan yang sudah busuk.
Lalu, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? berikut penjelasan tentang penyebab dan cara mencegah makanan terasa dan bau seperti kulkas, dirangkum Liputan6.com dari Eating Well dan Live Mint, Senin (27/7/2026).

?Banyak orang mengira makanan yang berbau seperti kulkas berarti sudah basi. Padahal, dalam banyak kasus, makanan masih aman dikonsumsi. Perubahan aroma dan rasa ini terjadi karena makanan menyerap senyawa aroma dari udara di dalam kulkas. Berikut beberapa penyebab utamanya:
Kulkas bekerja dengan mengalirkan udara dingin agar suhu di setiap rak tetap merata. Bersamaan dengan sirkulasi udara tersebut, molekul aroma dari makanan juga ikut berpindah.
Bahan makanan beraroma tajam seperti bawang, bawang putih, durian, sambal, kari, ikan, keju, atau makanan fermentasi dapat melepaskan senyawa volatil (senyawa yang mudah menguap) ke udara. Lama-kelamaan, aroma tersebut memenuhi ruang kulkas dan dapat menempel pada makanan lain.
Makanan yang dibiarkan terbuka atau hanya ditutup seadanya lebih mudah bersentuhan dengan udara di dalam kulkas.
Akibatnya, makanan tidak hanya kehilangan kelembapannya, tetapi juga menyerap aroma dari sekitarnya. Itulah sebabnya nasi sisa, buah potong, roti, atau kue sering kali terasa memiliki bau khas kulkas setelah semalaman disimpan tanpa wadah kedap udara.
Meski suhu kulkas dingin, makanan tetap mengalami penguapan air secara perlahan.
Ketika kelembapan dari permukaan makanan berkurang, pori-pori permukaan menjadi lebih mudah menyerap senyawa aroma yang beredar di dalam kulkas. Proses inilah yang membuat rasa asli makanan berubah meski kondisinya belum rusak.
Tidak semua makanan memiliki kemampuan yang sama dalam menyerap aroma.
Mentega, keju, susu, krim, cokelat, hingga makanan dengan kandungan lemak tinggi cenderung lebih cepat menyerap senyawa aroma dibandingkan sayuran atau makanan bertekstur padat. Karena itu, mentega sering kali menjadi bahan makanan pertama yang terasa "berbau kulkas".
Uap dari makanan yang masih panas, wadah berisi cairan yang tidak tertutup, atau sayuran yang terlalu basah dapat meningkatkan kelembapan di dalam kulkas.
Kondisi ini membuat molekul aroma lebih mudah berpindah melalui udara sehingga penyebaran bau menjadi lebih cepat dibandingkan kulkas yang kelembapannya stabil.
Sebagian wadah plastik memiliki sifat menyerap aroma, terutama jika sering digunakan untuk menyimpan makanan berbumbu kuat.
Meski sudah dicuci, aroma tersebut kadang masih tertinggal dan dapat berpindah ke makanan baru yang disimpan di dalamnya. Berbeda dengan wadah kaca yang permukaannya lebih stabil dan tidak mudah menyerap bau.
Ini merupakan penyebab paling umum jika bau kulkas terasa menyengat.
Sayuran yang mulai berlendir, buah yang terlalu matang, sisa lauk yang terlupakan, atau daging yang mulai rusak akan menghasilkan senyawa berbau tajam akibat aktivitas bakteri. Aroma tersebut kemudian menyebar ke seluruh isi kulkas melalui sirkulasi udara dan akhirnya diserap oleh makanan lain.
Meski tidak ada makanan yang basi, percikan kuah, tetesan saus, atau cairan dari wadah yang bocor dapat menempel di rak dan sudut kulkas.
Jika dibiarkan terlalu lama, sisa makanan tersebut menjadi tempat berkembangnya bakteri dan memunculkan bau tidak sedap. Bau inilah yang akhirnya membuat seluruh isi kulkas, termasuk makanan yang baru disimpan, ikut terpengaruh.
![10 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Pintu Kulkas, Rentan Basi Ilustrasi makanan di kulkas. [Foto: AI Generated]](https://shengbo-xjp.oss-ap-southeast-1.aliyuncs.com/Upload/File/2026/07/27/1800200412.webp)
Jika makanan mulai memiliki aroma khas kulkas, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.
Langkah pertama adalah mencari sumber bau. Periksa apakah ada sayuran yang sudah layu, sisa makanan yang terlupakan, daging yang mulai rusak, atau bumbu yang sudah kedaluwarsa. Bahan-bahan tersebut dapat menjadi sumber aroma yang menyebar ke seluruh isi kulkas.
Setelah itu, keluarkan rak dan laci, lalu bersihkan menggunakan air hangat yang dicampur sedikit sabun cuci piring. Untuk menghilangkan bau yang menempel pada permukaan kulkas, semprotkan campuran air dan cuka putih dengan perbandingan 1:1, kemudian lap menggunakan kain mikrofiber hingga bersih.
Ini merupakan cara paling efektif mencegah perpindahan aroma. Pastikan nasi, lauk, buah potong, atau makanan sisa disimpan dalam wadah yang benar-benar tertutup rapat. Penutup yang hanya diletakkan tanpa mengunci rapat tetap memungkinkan udara masuk dan keluar.
Bila memungkinkan, gunakan wadah berbahan kaca karena tidak mudah menyerap bau seperti beberapa jenis wadah plastik.
Bawang, bawang putih, durian, keju, makanan fermentasi, hingga sambal memiliki aroma yang mudah menyebar.
Simpan bahan-bahan tersebut dalam wadah kedap udara dan jangan meletakkannya berdampingan dengan makanan yang mudah menyerap bau seperti mentega, susu, roti, atau buah potong.
Makanan yang masih panas menghasilkan uap air dalam jumlah besar ketika dimasukkan ke kulkas.
Uap tersebut meningkatkan kelembapan di dalam kulkas sehingga aroma dari berbagai makanan lebih mudah menyebar. Biarkan makanan mendingin terlebih dahulu pada suhu ruang sebelum disimpan.
Daripada memakai pewangi kulkas, lebih baik gunakan bahan penyerap bau.
Beberapa pilihan yang cukup efektif antara lain:
Bahan-bahan tersebut bekerja dengan menyerap molekul penyebab bau, bukan sekadar menutupinya.
FIFO atau First In, First Out berarti menggunakan makanan yang lebih dulu disimpan sebelum membuka stok yang baru.
Dengan cara ini, makanan tidak terlalu lama tersimpan hingga akhirnya terlupakan di bagian belakang kulkas dan menjadi sumber bau.
Kuah, susu, saus, atau cairan dari wadah yang bocor sering kali tidak langsung terlihat. Jika dibiarkan, sisa cairan tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan menimbulkan bau tidak sedap. Karena itu, segera lap setiap ada tumpahan agar aroma tidak menyebar.

Mencegah tentu lebih mudah daripada menghilangkan bau yang sudah telanjur menempel.
Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan antara lain:
Makanan dapat menyerap molekul aroma dari udara di dalam kulkas. Jika ada makanan berbau tajam, seperti bawang, kari, atau ikan, aromanya bisa menempel pada makanan lain yang tidak disimpan dalam wadah kedap udara.
Tidak selalu. Dalam banyak kasus, makanan masih aman dikonsumsi jika belum melewati masa simpan dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Bau tersebut biasanya berasal dari aroma makanan lain yang terserap.
Makanan tinggi lemak seperti mentega, keju, susu, krim, dan cokelat lebih mudah menyerap aroma dibandingkan makanan lain. Buah potong dan nasi yang tidak ditutup rapat juga rentan menyerap bau.
Jika aromanya masih ringan, makanan dapat diangin-anginkan beberapa menit sebelum dikonsumsi. Namun, cara terbaik adalah mencegahnya dengan menyimpan makanan dalam wadah kedap udara dan menjaga kebersihan kulkas.
Beberapa jenis plastik dapat menyerap aroma makanan berbumbu kuat. Meski sudah dicuci, bau tersebut bisa tertinggal dan berpindah ke makanan lain. Wadah kaca umumnya lebih tahan terhadap penyerapan bau.
Ya. Baking soda dapat membantu menyerap molekul penyebab bau sehingga aroma di dalam kulkas menjadi lebih netral. Sebaiknya baking soda diganti setiap sekitar tiga bulan agar tetap efektif.
Sebaiknya tidak. Makanan panas menghasilkan uap air yang meningkatkan kelembapan di dalam kulkas. Kondisi ini membuat aroma lebih mudah menyebar dan dapat memengaruhi rasa makanan lain.
Idealnya, kulkas dibersihkan secara menyeluruh setidaknya satu kali setiap bulan. Selain itu, periksa isi kulkas setiap minggu untuk membuang makanan yang sudah rusak atau kedaluwarsa sehingga tidak menjadi sumber bau.