Sinyal bahaya bagi Amerika Serikat (AS) menggema.
Sistem pertahanan udara baru Iran siap digunakan, bahkan cakupan perang diperingtakan akan meluas.
Mengutip Tasnim pada (27/7), hal ini merupakan peringatan dari Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia.
Lebih tepatnya, disebut bahwa Angkatan Darat Iran resmi mengintegrasikan berbagai alutsista dan sistem pertahanan udara baru.
Khususnya, ke dalam organisasi tempurnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara.
Akraminia menegaskan bahwa penambahan peralatan militer ini memberikan sinyal kewaspadaan tinggi bagi pihak lawan.
Militer Iran memanfaatkan periode gencatan senjata selama tiga bulan secara optimal untuk membangun kembali sekaligus memperkokoh kekuatan tempurnya.
"Kami telah berupaya memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya. Periode gencatan senjata selama tiga bulan merupakan kesempatan yang baik untuk perencanaan pertahanan kami, khususnya di bidang pertahanan udara," tambahnya.
Selain memperbarui sistem persenjataan yang telah diperbaiki, Iran secara masif menyiagakan alutsista anyar ke dalam struktur operasionalnya.
Jenderal Akraminia menyebut jeda pertempuran tersebut sebagai kesempatan emas dalam menyusun perencanaan pertahanan udara yang jauh lebih tangguh.
Penyiapan alutsista baru ini membuktikan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah bersiap penuh menghadapi seluruh potensi skenario terburuk.
Di sisi lain, juru bicara tersebut menilai agresi militer Amerika Serikat telah gagal total dalam mencapai target-target utamanya.
Ambisi Washington untuk membuka kembali Selat Hormuz secara paksa terbukti tidak berhasil di hadapan keteguhan militer Iran.
Upaya Amerika Serikat untuk melumpuhkan kapasitas pertahanan serta mematahkan tekad tempur pasukan Iran juga berakhir dengan kegagalan.
Angkatan Bersenjata Iran memastikan akan memberikan balasan yang sangat mematikan terhadap setiap bentuk tindakan provokatif di masa depan.
Akraminia memberi peringatan keras bahwa berlanjutnya agresi AS berisiko memperluas cakupan geografis konflik ke wilayah yang lebih luas.
Menghadapi potensi eskalasi tersebut, militer Iran telah merancang strategi tempur baru yang jauh lebih agresif dan komprehensif.
Dengan kesiapan sistem pertahanan udara yang baru dan strategi anyar ini, Iran menegaskan kesiapannya untuk melayani setiap ancaman militer dari Amerika Serikat.