TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Warga di Dusun Pulludung, Desa Landi Kanusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mulai kekurangan air bersih memasuki musim kemarau, Senin (27/7/2026).
Mereka hanya mengandalkan sumur kecil di pinggir aliran sungai untuk mengambil air bersih.
Baca juga: Aliansi Mahasiswa Sulbar Nyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Kapolda Sulbar
Baca juga: Analisis Akademisi Unsulbar Mundurnya Perry Warjiyo Kredibilitas BI dan Nilai Tukar Rupiah Diuji
Sebab sumur bor warga sudah kekeringan selama satu bulan terakhir di musim kemarau.
Pantauan wartawan, warga di Dusun Pulludung ini secara bergiliran mengambil air bersih di sumur kecil.
Mereka membawa jeriken hingga galon air sebagai wadah penampungan untuk dibawa pulang ke rumah.
Warga harus berjalan kaki sejauh belasan kilometer menuju pinggir sungai untuk peroleh air bersih.
“Sudah dua bulan kondisi ini, kita sudah susah cari air bersih untuk diminum sejak sumur kering,” kata warga setempat, Agus kepada wartawan.
Dia menyampaikan sumur sumber air utama yang selama ini berada di samping rumah warga telah kering.
Sejak dua bulan masuknya musim kemarau yang melanda wilayah Polman dan sekitarnya.
Agus mengaku sengaja membuat sumur kecil di pinggir sungai, lalu mengambil airnya untuk dimasak.
“Kita masak dulu, baru dikonsumsi, dipake juga masak nasi, tiap hari saya ke sungai ambil air sejak sumur kering,” ungkapnya.
Dia menyebut jika sumur kecil di pinggir aliran sungai, saat ini menjadi sumber utama warga mengambil air.
Lantaran wilayah Desa Landi Kanusuang ini belum dijangkau oleh air dari PDAM Wai Tipalayo Polman.
Warga selama ini hanya mengandalkan sumur bor di samping rumah namun sudah kering di musim kemarau.
Sehingga warga menggali sumur kecil di aliran sungai yang diberi wadah atau cincin agar airnya tertampung.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli