Kendaraan Elektrifikasi Buatan Indonesia Kian Menyebar ke Berbagai Negara
Tim Otomotif July 27, 2026 08:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Industri otomotif nasional kini berada di garis depan era transisi energi global. Tidak hanya memproduksi kendaraan konvensional, kapabilitas manufaktur Indonesia kian teruji melalui lonjakan pengiriman kendaraan berteknologi ramah lingkungan ke kancah internasional.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Sepanjang Januari-Juni 2026 Toyota Indonesia mengapalkan 145,080 unit kendaraan ke pasar global, atau meningkat 10.7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi Toyota Indonesia dalam mendukung kinerja ekspor otomotif nasional,dengan mencatatkan kontribusi sebesar 57.6% dari total ekspor kendaraan utuh (Completely Built-Up/CBU) Indonesia yang mencapai 251,705 unit.

Transformasi menuju kendaraan rendah emisi turut mendorong Toyota Indonesia untuk terus mengembangkan kapabilitas manufaktur nasional melalui produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi dari Indonesia. Seperti Kijang Innova Zenix Hybrid Electricfied Vehicle (HEV) dan Yaris Cross Hybrid EV, dibandingkan Januari-Juni 2026 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya, Toyota Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 46.4% menjadi 12,693 unit.

Secara kumulatif sejak 2023, kedua model tersebut telah diekspor dari Indonesia ke berbagai negara dengan total volume melampaui 62,906 unit. Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan tren pasar internasional menjadi landasan penting bagi industri otomotif Indonesia. Berbekal pemahaman tersebut, industri otomotif nasional terus berupaya menghadirkan produk yang relevan dan kompetitif, sekaligus mampu memenuhi ekspektasi konsumen global.

"Keberlanjutan kinerja ekspor sangat bergantung pada inovasi berkesinambungan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan preferensi konsumen di berbagai negara," ujar I Nyoman, Senin (27/7/2026). "Industri otomotif nasional harus berada di garis depan dalam menghadapi perubahan dan membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional akan produk-produk rendah emisi, khususnya dalam menghadapi era transisi energi."

Sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang, Toyota Indonesia turut menghadirkan beragam pilihan kendaraan yang diproduksi di fasilitas Toyota di Indonesia melalui penerapan strategi multi-pathway. Mulai dari Battery Electrified Vehicle (BEV) dan Hybrid Electrified Vehicle (HEV).

Selain itu, Toyota turut mendorong pengembangan Flexy Fuel Vehicle (FFV) yang memanfaatkan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Inisiatif ini tidak hanya mendukung upaya dekarbonisasi sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan bahan baku bioetanol dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.

Tembus 3 Juta Unit

Ekspor Mobil Toyota buatan Indonesia. (Dok. TMMIN)
Ekspor Mobil Toyota buatan Indonesia. (Dok. TMMIN)

Secara keseluruhan, ekspor otomotif Indonesia tumbuh sekitar 7.7%. Sejak memulai kegiatan ekspor pada tahun 1987 hingga Semester 1 2026, secara kumulatif Toyota Indonesia telah mengekspor sebanyak 3.296.874 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara di kawasan Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menegaskan, daya saing produk lokal di kancah global terbentuk berkat kolaborasi erat seluruh ekosistem manufaktur.

"Konsistensi kinerja ekspor tidak terlepas dari hasil kerja keras anak bangsa dan kolaborasi yang melibatkan lebih dari 760 rantai pasok lokal, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia. Bersama-sama, seluruh elemen tersebut berperan memperkuat daya saing industri otomotif nasional agar produk buatan Indonesia terus relevan dan diperhitungkan di pasar global," kata Nandi.

Pertumbuhan ekspor selama paruh pertama 2026 didorong permintaan yang tetap kuat dari berbagai pasar tujuan ekspor. Kawasan Asia menjadi tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi mencapai 57.8% dari total ekspor Toyota Indonesia, diikuti kawasan Amerika sebesar 29.5%, dan kawasan Timur Tengah 12.0%.

Hal ini juga tidak terlepas dari permintaan domestik yang kuat, peningkatan kandungan lokal, ekosistem industri yang terus berkembang serta kebijakan yang mendukung pengembangan industri, sehingga memperkuat daya saing industri otomotif nasional dan mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia. Kinerja ekspor Toyota Indonesia juga didukung ekspor berbagai komponen, meliputi CKD (Completely Knocked Down) parts atau bagian kendaraan terurai, komponen kendaraan, mesin utuh, komponen mesin, dan alat produksi seperti die (alat pencetak yang digunakan pada proses pengepresan).

Penerimaan positif terhadap kendaraan produksi Toyota Indonesia di pasar internasional turut didukung oleh proses pengembangan produk yang berangkat dari kebutuhan konsumen Indonesia. Berbagai model segmen A dan B yang diproduksi di Indonesia terus menjadi pilihan pelanggan di sejumlah negara. Toyota Avanza dan Veloz memberikan kontribusi ekspor sebanyak 32,571 unit, Raize sebanyak 26,082 unit, dan Yaris Cross sebesar 20,441 unit dari Januari hingga Juni 2026.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.